Beredar Foto Gayus Mengemudi Mobil di Luar Penjara

Reporter

Editor

Agung Sedayu

Foto yang diduga Gayus Tambunan mengemudi mobil bersama perempuan. Liza/indonesiana.tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Bandung- Foto berkeliarannya terpidana penggelapan pajak Gayus Tambunan di luar lembaga pemasyarakatan kembali beredar, Ahad, 11 Oktober 2015. Jika pada sebelumnya, Gayus sedang "berpose" di sebuah restoran bersama dua wanita, kali ini sebuah foto menunjukan Gayus sedang menyetir mobil ditemani seorang wanita. Foto tersebut, beredar berkat postingan seorang blogger bernama Tante Liza di blog Indonesiana.tempo.co. Di dalam foto tersebut terpampang seorang wanita yang nampak sedang berada satu mobil dengan lelaki yang mirip Gayus yang sedang mengemudi mobil.

Dalam postingannya tersebut, Tante Liza pun memasukan foto Gayus yang sedang berada di restoran. Foto tersebut pula yang membuat Gayus dihukum dan dipindahkan dari Lapas Sukamiskin Bandung ke Lapas Gunung Sindur. Dari kedua foto tersebut, terlihat ada sejumlah kecocokan yang secara tidak langsung menyebutkan dua foto tetsebut diambil di dalan satu hari.

Warna pakaian yang dikenakan si wanita dan topi yang digunakan Gayus di kedua foto itu sama persis. Tante Liza lantas menulis, bahwa dua foto tersebut diambil di hari yang sama. Pun wanita yang menemani Gayus di dua foto tersebut merupakan orang yang sama juga. "Dilihat dari baju atasan yang dikenakan oleh si perempuan, jelas sekali bahwa foto tersebut diambil pada hari yang sama ketika dua perempuan tersebut makan ikan baronang bersama Gayus Tambunan di restaurant Cak Tu Ci," tulisnya, Jumat kemarin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, beredarnya foto Gayus sedang berada di restoran itu diambil ketika Gayus menjalani sidang gugatan perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Utara, 9 September 2015 lalu. Menurut Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat Agus Toyib, kunjungan Gayus ke restoran tersebut berkat restu dari ketiga pengawalnya.

Menurut Agus, Gayus berangkat dari Bandung menuju Pengadilan Agama Jakarta Utara sekitar pukul 07.00. Pada saat itu, Gayus dikawal oleh tiga petugas, yang terdiri dari satu petugas kepolisian sektor Arcamanik dan dua petugas Lapas Sukamiskin. Sidang gugatan perceraian di Pengadilan Agama Jakut dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Sidang tersebut selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Sesuai peraturan, setelah sidang usai Gayus dan pengawalnya diwajibkan untuk langsung kembali ke Lapas Sukamiskin. "Sesuai izinnya, harusnya mereka tidak ke mana-mana, sebab izinnya kan mengikuti sidang. Jadi, setelah itu seharusnya mereka langsung pulang," ujar Agus kemarin.

Namun, hal itu tidak diindahkan. Mereka justru jalan-jalan dan mampir ke sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan. Tak hanya sekedar makan-makan, di restoran tersebut mereka bertemu dengan dua orang wanita. Akar permasalahan pun muncul di sana. Gayus tertangkap kamera sedang duduk di sebuah meja makan bersama dua orang wanita.

Gayus dan tiga pengawalnya berada di restoran selama kurang lebih 2 jam. Dari pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB. "Kalau menurut pengawal, di sana mereka cuman makan-makan sama ketemuan dengan teman-teman lawyernya Gayus," ujar dia. Setelah itu mereka lantas pulang ke Bandung. Berdasarkan berita acara izin kekuar, Agus mengatakan, mereka tiba di Bandung sekitar pukul 01.00 WIB esok harinya.

Menurut Agus, selama perjalanan, mobil yang ditumpangi Gayus sering mogok. Hal itu yang menyebabkan mereka terlambat sampai ke Bandung. "Saat ditanya keterlambatan pulang ke Lapas, para pengawal mengakatan mobil sering panas dan harus sering berhenti," ujar Agus.

Berdasarkan aturan seorang narapidana yang mendapatkan izin ke luar Lapas tidak boleh lebih dari 1X24 jam. Namun, menurut Agus, perbuatan Gayus itu masih dalam batas toleransi. Ia juga membantah bila pengawal Lapas menerima suap dari Gayus. "Menurut pengakuan pengawal sih tidak ada sogokan. Mungkin mereka sudah menjalin ikatan emosional," katanya.

Di Lapas Sukamiskin, Gayus baru menjalani masa hukuman sekitar 4 tahun, sejak 2011. Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu divonis 30 tahun penjara atas kasus penggelapan pajak, pencucian uang, penyuapan, dan pemalsuan dokumen.

IQBAL T. LAZUARDI S






Wamenkumham Sebut RUU PPRT Belum Bisa Dibahas karena Tertahan di DPR

3 hari lalu

Wamenkumham Sebut RUU PPRT Belum Bisa Dibahas karena Tertahan di DPR

Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Eddy Hiariej, menyatakan pemerintah sampai saat ini belum bisa melakukan pembahasan pengesahan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).


Begini Cara dan Syarat Mendapatkan Paspor dengan Masa Berlaku 10 Tahun

3 hari lalu

Begini Cara dan Syarat Mendapatkan Paspor dengan Masa Berlaku 10 Tahun

Pembuat paspor harus warga negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.


SK Kemenkumham PPP Mardiono Terbit, Kader Diminta Kembali Satu Suara

19 hari lalu

SK Kemenkumham PPP Mardiono Terbit, Kader Diminta Kembali Satu Suara

Mardiono mengaku dirinya sedang fokus melakukan konsolidasi dengan para elite dan kader PPP usai ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum.


Sebut Suharso Sahabat, Mardiono Bantah Ada Konflik dan Perpecahan di PPP

19 hari lalu

Sebut Suharso Sahabat, Mardiono Bantah Ada Konflik dan Perpecahan di PPP

Mardiono menyebut PPP tidak mengalami perpecahan meski mengalami pergantian kepemimpinan.


Muhammad Mardiono Bantah Ada Campur Tangan Istana Soal SK Kemenkumham

20 hari lalu

Muhammad Mardiono Bantah Ada Campur Tangan Istana Soal SK Kemenkumham

Muhammad Mardiono menyatakan SK Kemenkumham bisa keluar secara cepat karena semua prosesnya sudah secara daring.


Bolehkah Mantan Napi Koruptor Ikut Pileg 2024? Begini Aturannya

21 hari lalu

Bolehkah Mantan Napi Koruptor Ikut Pileg 2024? Begini Aturannya

Pendaftaran Caleg bakal dibuka 1 - 14 Mei 2023. Bolehkah eks napi koruptor mendaftar sebagai Caleg di Pileg 2024?


Pengamat Bicara 2 Opsi yang Kemungkinan Diambil Suharso Monoarfa dalam Kemelut PPP

21 hari lalu

Pengamat Bicara 2 Opsi yang Kemungkinan Diambil Suharso Monoarfa dalam Kemelut PPP

Suharso Monoarfa dilengserkan sebagai Ketua Umum PPP. Digantikan Mardiono sebagai Plt ketua umum partai.


Sederet Napi Korupsi Kini Bebas Bersyarat, Apa Itu Bebas Bersyarat?

21 hari lalu

Sederet Napi Korupsi Kini Bebas Bersyarat, Apa Itu Bebas Bersyarat?

Di antara 23 napi korupsi yang beroleh bebas bersyarat diketahui ada sejumlah nama tenar kasus korupsi kelas kakap. Lalu apa itu bebas bersyarat?


Pengesahan Mardiono Jadi Plt Ketum PPP Dinilai Kilat, Pengamat Duga Ada Keterlibatan Penguasa

22 hari lalu

Pengesahan Mardiono Jadi Plt Ketum PPP Dinilai Kilat, Pengamat Duga Ada Keterlibatan Penguasa

Kementerian Hukum dan HAM begitu cepat mengesahkan pengajuan Mardiono sebagai Plt ketua umum PPP hanya dalam hitungan hari


Mardiono Bakal Serahkan Dokumen Perubahan Pengurus PPP ke KPU

22 hari lalu

Mardiono Bakal Serahkan Dokumen Perubahan Pengurus PPP ke KPU

Achmad berharap adanya perubahan kepemimpinan di partainya tidak melunturkan semangat persatuan di PPP.