Didakwa Korupsi Bansos, Wakil Bupati Cirebon Diputus Bebas

Reporter

Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi alias al Gotas, meninggalkan gedung pengadilan usai menjalani sidang putusan terkait dana hibah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Bandung, Jawa Barat, 12 November 2015. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung membebaskan terdakwa kasus korupsi dana bantuan sosial Kabupaten Cirebon Tasiya Soemadi. Majelis hakim menggugurkan semua dakwaan jaksa penuntut umum yang menyatakan terdakwa terbukti menyalahgunakan dana bantuan sosial Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2009-2012.

"Majelis hakim tidak sependapat dengan dakwaan penuntut umun. Menimbang, berdasarkan fakta-fakta di persidangan, terdakwa tidak bersalah secara sah dan meyakinkan sebagaiamana dakwaan primer maupin subsider," ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung Djoko Indarto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 12 November 2015.

Putusan tersebut otomatis membebaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga menjabat sebagai wakil bupati Kabupaten Cirebon tersebut. "Terdakwa dibebaskan dari dakwaan dan dibebaskan dari tahanan," ujar Djoko.

Sebelumnya jaksa penuntut umum dari Kejasaan Negeri Sumber menuntut Tasiya dengan hukuman penjara 9 tahun dan denda Rp 200 juta. Jaksa menilai, terdakwa telah melanggar melanggar dakwaan primer yakni pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 Undang Undang Tipikor. Tasiya dituntut telah melakukan pemotongan dana bansos untuk kepentingan partai.

Namun penilaian jaksa tersebut, tidak disepakati oleh majelis hakim. Majelis hakim menilai Tasiya yang saat itu menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2008-2014, hanya bertindak sebagai legislator yang berwenang menandatangani surat permohonan pengajuan bansos dari masyarakat. Majelis hakim berpendapat, adanya ketidaksesuaian diantara penerima bansos tersebut bukanlah kesalahan terdakwa.

"Tidaklah berarti terdakwa bertanggung jawab. Meskipun terdakwa menandatangani dan melakukan disposisi terhadap surat rekomendasi penerima bansos," ujar Djoko.

Saat mendengarkan amar putusan yang dibacakan majelis hakim, Tasiya tang menggunakan kemeja batik bercorak warna merah muda nampak tegang. Diakhir-akhir persidangam saat majelia hakim akan membacakan amar putusan, Tasiya nampak sesenggukan menahan tangis. Sementara itu, rtausan pengunjung sidang yang juga merupakan kerabat Tasiya langsung memekikan takbir saat hakim menyatakan Tasiya dibebaskan.

Sementara itu, dalam kasus yang sama, dua anggota DPC PDIP Kabupaten Cirebon Subekti Sunoto dan Emon purnomo, malah dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Padahal, dalam dakwaan jaksa, pada pelaksanaan belanja dana bansos tersebut, Subekti dan Emon merupakan anak buah dari Tasiya di PDIP.

Kasus ini berawal dari Pemkab Cirebon yang menganggarkan belanja hibah dan bansos pada tahun 2009-2012 sebesar Rp 298,4 miliar.

Saat itu, pimpinan DPRD selaku Badan Anggaran DPRD mengajukan usul penerima hibah bansos. Terkait dengan hal tersebut, pada tahun 2009 Tasiya mengadakan pertemuan dengan para ketua ranting dan pengurus DPC PDIP di rumah dinasnya yang juga diikuti Subekti dan Emon juga oleh anggota partai lainnya.

Dalam pertemuan itu, Tasiya mengatakan bahwa Pemkab Cirebon akan memberikan dana bansos dan hibah. Ia juga mengatakan bahwa pemberian dana pada masyarakat atau kelompok masyarakat itu dilakukan pemotongan dan hasil pemotongan itu akan digunakan untuk kepentingan partai (PDIP). Kemudian hal tersebut terus kembali pada tahun anggaran tahun 2010-2012.

Dalam surat dakwaan jaksa, disebutkan, telah terjadi pemotongan dari dana bansos tersebut, seperti dari Rp 100 juta dipotong 85 juta, dari Rp 130 juta dipotong Rp 108 juta. Kemudian uang-uang dari hasil pemotongan penerimaan dana bansos hibah sebesar Rp 1,564 miliar dengan rincian pemotongan Rp 1,3 miliar, fiktif Rp 160 juta dan digunakan tidak sesuai peruntukannya Rp 59,6 juta.

IQBAL T. LAZUARDI S.






Berebut Gedung Sate: Episode Perang Kemerdekaan Lawan Sekutu di Bandung 3 Desember 1945

2 hari lalu

Berebut Gedung Sate: Episode Perang Kemerdekaan Lawan Sekutu di Bandung 3 Desember 1945

Gedung V & W, cikal bakal Gedung Sate ini dipertahankan mati-matian sampai titik darah penghabisan oleh para pemuda atau pegawai Departemen PU.


Wali Kota Bandung Kirim Rekomendasi UMK 2023 Naik 9,65 Persen

4 hari lalu

Wali Kota Bandung Kirim Rekomendasi UMK 2023 Naik 9,65 Persen

Kenaikan UMK 2023 sebesar 9,65 persen diklaim paling moderat dan rasional.


4 Ekor Monyet Berkeliaran di Kota Bandung, BBKSDA Jabar Duga Satwa Peliharaan

6 hari lalu

4 Ekor Monyet Berkeliaran di Kota Bandung, BBKSDA Jabar Duga Satwa Peliharaan

Tim BBKSDA dan mitra instansi masih berupaya menangkap empat ekor monyet itu agar tidak berkeliaran di pemukiman warga.


Covid-19 Menanjak Lagi di Kota Bandung, Naik Hampir Dua Kali Lipat

17 hari lalu

Covid-19 Menanjak Lagi di Kota Bandung, Naik Hampir Dua Kali Lipat

Jumlah kasus Covid-19 di Kota Bandung kini tengah mengalami kenaikan sejak pertengahan Oktober 2022. Positivity rate hampir dua kali batas WHO.


Studi Kasus di Bandung, Zero Waste Kurangi Emisi Karbon Sebesar 10 Persen

20 hari lalu

Studi Kasus di Bandung, Zero Waste Kurangi Emisi Karbon Sebesar 10 Persen

Sayang, program zero waste akan berhadapan dengan kebijakan baru pembuangan akhir sampah yang gunakan insinerator.


Kebakaran Balai Kota Bandung, Begini Sejarah Gudang Kopi Zaman Belanda Itu

27 hari lalu

Kebakaran Balai Kota Bandung, Begini Sejarah Gudang Kopi Zaman Belanda Itu

Kebakaran Balai Kota Bandung, tepatnya di Kantor Bapelitbang mengejutkan warga. Berikut sejarah gedung kopi pada masa kolonial Belanda itu.


Cerita Detik-detik Kebakaran di Kantor Bapelitbang Kota Bandung

29 hari lalu

Cerita Detik-detik Kebakaran di Kantor Bapelitbang Kota Bandung

Dione mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Seluruh karyawan sudah di evakuasi saat kebakaran terjadi.


Mendobrak Dominasi Patriarki di Kepemimpinan Organisasi Madrasah Aliyah

34 hari lalu

Mendobrak Dominasi Patriarki di Kepemimpinan Organisasi Madrasah Aliyah

Sejak berdiri di tahun 1991 MAN 2 Kota Bandung, sekolah menengah negeri berbasis agama Islam di Jawa Barat, belum pernah memiliki ketua OSIS dari pelajar perempuan.


Kemendagri Apresiasi Mal Pelayanan Publik Kabupaten Badung

56 hari lalu

Kemendagri Apresiasi Mal Pelayanan Publik Kabupaten Badung

Sekjen Kemendagri membawa rombongan pemda dari daerah lain untuk mencontoh MPP Badung.


Dampak Siklon Noru, BMKG Perkirakan Bandung Tanpa Hujan Hingga Awal Oktober

28 September 2022

Dampak Siklon Noru, BMKG Perkirakan Bandung Tanpa Hujan Hingga Awal Oktober

Sebagian warga Bandung ada yang mengeluhkan cuaca yang terik saat tengah hari.