WISATA PANTAI: Sejarah Flores Memeluk Katolik

Reporter

Editor

Anton Septian

Petak sawah berbentuk unik di Sawah Jaring Laba-Laba yang berlokasi di Cancar, Manggarai, Flores, NTT, 28 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Bulan lalu, dalam rangka menyiapkan edisi khusus wisata, kami berjalan menyusuri pantai-pantai di Flores, Nusa Tenggara Timur. Salah satu alasan kami ke sana adalah karena pulau ini memiliki sejarah yang panjang. Dimulai dengan kedatangan Portugis ke sana pada 1512.

Kedatangan bangsa Portugis membawa agama Katolik ke Flores, Nusa Tenggara Timur. Penyebaran agama ini ditandai dengan pengiriman empat misionaris Dominikan pada 1561 oleh Uskup Malaka. Lima tahun berikutnya, Pastor Antonio da Cruz mendirikan sebuah benteng di Solor dan sebuah seminari di Kota Larantuka. Jumlah penduduk Katolik di Larantuka semakin banyak tatkala Portugis ditaklukkan Belanda di Malaka pada 1641. Sejak saat itulah agama Katolik mendominasi Flores, yang kemudian menyebar ke seluruh daratan Flores, Adonara, hingga Pulau Timor.

Tradisi Katolik yang berlangsung hingga kini adalah prosesi Pekan Suci Semana Santa menjelang Hari Raya Paskah di Kota Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur. Pada saat perayaan ini, akan ada arak-arakan Tuan Ana atau Patung Yesus dan Tuan Ma alias Bunda Maria pada malam Jumat Agung, yang diiringi cahaya lilin serta lantunan doa-doa. Patung Tuan Ma ditemukan pada 1510 di pesisir Larantuka. Patung ini kemudian dibawa oleh Kepala Kampung Lewomana ke korke atau tempat pemujaan. Ketika Ordo Dominikan datang, Patung Tuan Ma ini disebut Bunda Maria dan dianggap keramat serta didoakan menjelang pekan suci.

Puncak perayaan Semana Santa berlangsung pada Jumat Agung. Tubuh Yesus Kristus bakal diusung dari kapela ke katedral pada sore hari sebelum misa. Yesus Kristus ditempatkan sebagai pusat kebaktian serta Bunda Maria menjadi pusat perhatian sebagai ibu yang berkabung (mater dolorosa). Setelah pelaksanaan misa, masyarakat berdoa di makam leluhur dan kemudian arak-arakan di malam hari. Upacara ini berakhir pada Sabtu Santo (Sabtu Suci) dan Minggu Paskah.

Meski sudah memeluk agama Katolik, tradisi penghormatan terhadap pencipta alam semesta tetap mereka jaga. Sistem kesukuan di lewotana (tempat tinggal) mengekalkan tradisi ini. Setiap perkampungan di Tanjung Bunga dihuni suku atau ama yang dibagi menjadi empat jenis berdasarkan fungsi ketika ritual adat digelar. Keempat suku itu adalah Ama Koten, Ama Kelen, Ama Marang dan Ama Hurint, yang disebut dengan suku raja.

Suku-suku ini berperan ketika ritus memuja Lewa Luran Tana Ekan dilangsungkan, terutama ketika upacara pengorbanan hewan. Persembahan hewan korban akan diletakkan di koke bale, rumah panggung tanpa dinding di pusat lewotana. Ama Koten bertugas memegang hewan kurban, sedangkan Ama Kelen memegang bagian belakang hewan. Ama Marang bakal membacakan doa, menceritakan asal-usul (tutu maring usu-asa) untuk mendapatkan restu leluhur. Adapun Ama Hurint bertugas membunuh hewan.

WAYAN AGUS PURNOMO






Gubernur Khofifah Promosikan Wisata Pantai Sijile Situbondo, Apa Daya Tariknya?

29 hari lalu

Gubernur Khofifah Promosikan Wisata Pantai Sijile Situbondo, Apa Daya Tariknya?

Pantai Sijile yang berada di kawasan wisata Merak Baluran Situbondo itu termasuk pantai indah yang masih belum banyak terjamah.


Liburan Akhir Tahun, Ini 5 Rekomendasi Wisata Bahari di Jawa Timur

53 hari lalu

Liburan Akhir Tahun, Ini 5 Rekomendasi Wisata Bahari di Jawa Timur

Wisata Bahari Jawa Timur menyimpan keindahahan alam memukau, cocok untuk tujuan liburan akhir tahun


3 Wisata Pantai di Kawasan Kota: Dari Tangerang hingga Bekasi

9 Desember 2022

3 Wisata Pantai di Kawasan Kota: Dari Tangerang hingga Bekasi

Tidak hanya di daerah perairan saja, wisata pantai juga bisa dijumpai di daerah kawasan kota, seperti Tangerang, Jakarta, dan Bekasi.


5 Tips Mengunjungi PIK 2, Lokasi Head in The Clouds Dilangsungkan

9 Desember 2022

5 Tips Mengunjungi PIK 2, Lokasi Head in The Clouds Dilangsungkan

Ingin mengunjungi pantai PIK 2 yang pernah menjadi tempat festival musik Head in The Clouds akhir pekan ini?


Terdampak Banjir Aliran Sungai, Pinggiran Pantai Baron Gunungkidul Berubah Cokelat

19 November 2022

Terdampak Banjir Aliran Sungai, Pinggiran Pantai Baron Gunungkidul Berubah Cokelat

Pantai Baron di Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul itu merupakan salah satu pantai yang dikenal memiliki aliran sungai bawah tanah.


Wisata ke Pantai Pecaron, Hidden Gem Bahari di Kebumen

27 Oktober 2022

Wisata ke Pantai Pecaron, Hidden Gem Bahari di Kebumen

Lokasi Pantai Pecaron dekat dengan salah satu tempat wisata populer Kebumen lainnya, yaitu Pantai Surumanis.


Pantai Gondo Mayit, Pantai Indah yang Tak Seseram Namanya

22 Oktober 2022

Pantai Gondo Mayit, Pantai Indah yang Tak Seseram Namanya

Pantai Pasetran Gondo Mayit justru merupakan salah satu pantai indah yang menjadi tujuan baru wisatawan.


Pantai Cijeruk Garut, Pantai Dua Warna di Jawa Barat

12 Oktober 2022

Pantai Cijeruk Garut, Pantai Dua Warna di Jawa Barat

Pantai Cijeruk di Garut ini memiliki daya tarik tersendiri, yakni memiliki dua warna laut yang berbeda.


Kawasan Wisata Pantai Gemah di Tulungagung Rusak Akibat Banjir dan Longsor

11 Oktober 2022

Kawasan Wisata Pantai Gemah di Tulungagung Rusak Akibat Banjir dan Longsor

Banjir dan longsor yang menerjang Pantai Gemah diduga terjadi akibat kondisi perbukitan yang gundul atau minim pepohonan.


Wisata ke Pantai Sawarna Bisa Naik Damri, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

28 September 2022

Wisata ke Pantai Sawarna Bisa Naik Damri, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Rute menuju Pantai Sawarna itu akan melintasi Pandeglang, Rangkasbitung dan Bayah.