Penyair Gay Iran Minta Suaka ke Israel

Reporter

Ilustrasi gay / homoseksual. REUTERS/Gleb Garanich

TEMPO.CO, Tel Aviv - Warga negara Iran tidak boleh mengunjungi musuh besarnya, Israel, tetapi seorang penyair yang meninggalkan negeri itu dua tahun silam setelah mendapatkan pelecehan dan penahanan karena gay, sekarang, sedang mengajukan kewarganegaraan ke negara Yahudi itu.

Penyair itu adalah Payam Feili. Pria ceking yang tingggal di Turki sejak 2014 itu tiba di Israel pada Desember 2015 untuk melihat novelnya I Will Grow, I Will Bear Fruit … Figs, yang akan dipentaskan sebagai sebuah drama berbahasa Ibrani di Tel Aviv, kota yang dikenal ramah terhadap kaum gay.

"Saya ingin tinggal di sini," ucap Feili yang bukan seorang Yahudi seperti dikutip Washington Post. "Ada sesuatu yang saya rasakan di sini melebihi cinta," tambahnya,

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press pada Desember 2015, lelaki 30 tahun itu mengatakan, semasa masih bocah dia pernah nonton film Holocaust. Feili mengaku memiliki tato Bintang Daud di lehernya.

Israel dan Iran pernah memiliki hubungan politik dan budaya sangat dekat, tetapi sejak Revolusi Islam di Iran pada 1979, kedua negara saling bermusuhan. Kunjungan warganya ke masing-masing negara dianggap pelanggaran hukum.

Meskipun belum jelas apakah Israel akan menjamin memberikan kewarganegaraan terhadap Feili, namun pengacaranya, Hagai Kalai, menerangakan, dia sangat berharap bisa mendapatannya sebab kasus kliennya tidak biasa. "Dia akan diizinkan tinggal di sini," kata Kalai.

Jika Feili diperkenankan tingggal di Israel, dia akan bergabung bersama sekitar 140 ribu keturunan Yahudi Iran di Israel. Feili yang menulis secara terbuka tentang kehidupan gay di puisinya tidak bisa kembali ke Iran. Bila hal itu dilakukan maka sangat berisiko terhadap kehidupannya. Homoseksual sangat diharamkan di Republik Islam dan dianggap sebagai sebuah kejahatan sehingga pelakunya bakal diganjar hukuman berat termasuk hukuman mati.

Menurut PEN American Center, sebuah grup penulis yang memperjuangkan kebebasan berekspresi, Feili dipaksa meninggalkan negaranya setelah dia dan keluarganya mendapatkan ancaman.

Dalam sebuah tulisan di website, kelompok ini menguraikan, bagaimana dia ditangkap selanjutnya ditahan selama 44 hari tanpa dakwaan setelah dia menerbitkan karyanya dalam bahasa Ibrani.

Tel Aviv, tempat tinggal Feili sekarang ini, dikenal sebagai kota penuh warna bagi komunitas LGBT dan penyelenggara parade kaum gay terbesar di Timur Tengah setiap tahun. Di Israel, tidak semua tempat bisa diterima. Selama karnaval gay berlangsung di Yerusalem, seorang pria ultra-Orthodox menusuk beberapa orang bahkan membunuh seorang gadis remaja.

WASHINGTON POST | CHOIRUL AMINUDDIN  







Iran Klaim Bomnya Lebih Berbahaya daripada Ibu Semua Bom Amerika

15 Oktober 2017

Iran Klaim Bomnya Lebih Berbahaya daripada Ibu Semua Bom Amerika

Iran megklaim memiliki Ayah Semua Bom yang lebih besar dan lebih berbahaya dibanding dengan bom milik Amerika, Ibu Semua Bom.


Eks Presiden Iran, Khatami Dilarang Tampil di Depan Publik

10 Oktober 2017

Eks Presiden Iran, Khatami Dilarang Tampil di Depan Publik

Iran Human Rights melaporkan aparat Iran yang melarang mantan Presiden Muhammad Khatami tampil di depan publik selama tiga bulan .


Tolak Berjilbab, Juara Catur Iran Pindah ke Tim Amerika

4 Oktober 2017

Tolak Berjilbab, Juara Catur Iran Pindah ke Tim Amerika

Juara catur Iran, Dorsa Derakhshani bergabung dengan Federasi Catur Amerika Serikat karena menolak mengenalkan jilbab.


Iran Pro-Milisi Houthi Minta Saudi Berhenti Dukung Teroris Yaman

30 Agustus 2017

Iran Pro-Milisi Houthi Minta Saudi Berhenti Dukung Teroris Yaman

Iran, pendukung milisi Syiah, Houthi, menuding Arab Saudi mendukung kelompok teroris dalam perang di Yaman.


Apple Hapus Aplikasi Mobile Iran dari App Store

27 Agustus 2017

Apple Hapus Aplikasi Mobile Iran dari App Store

Menteri Telekomunikasi Mohammad Javad Azari Jahromi mengatakan bahwa Apple harus menghormati konsumen Iran.


Parlemen Iran Setuju Tambah Anggaran Program Nuklir

16 Agustus 2017

Parlemen Iran Setuju Tambah Anggaran Program Nuklir

Parlemen Iran menyetujui penambahan anggaran negara usulan pemerintah untuk meningkatkan program rudal nuklir.


Iran Tangkap 64 Pemuda yang Berpesta Setengah Telanjang

10 Agustus 2017

Iran Tangkap 64 Pemuda yang Berpesta Setengah Telanjang

Aparat Iran menangkap peserta pesta setelah mereka mengunggah video acara tersebut ke sosial media


Ajarkan Tari Zumba, Enam Remaja Ditangkap Aparat Iran

10 Agustus 2017

Ajarkan Tari Zumba, Enam Remaja Ditangkap Aparat Iran

Perempuan Iran dilarang menari di hadapan pria yang bukan keluarganya


Dituduh Dalangi Teror, 15 Diplomat Iran Diusir dari Kuwait

21 Juli 2017

Dituduh Dalangi Teror, 15 Diplomat Iran Diusir dari Kuwait

Pemerintah Kuwait secara resmi telah menutup misi diplomatik Iran untuk urusan budaya serta mengusir 15 diplomat dari negara itu.


Dituduh Korupsi, Adik Presiden Iran Hassan Rouhani Ditahan

17 Juli 2017

Dituduh Korupsi, Adik Presiden Iran Hassan Rouhani Ditahan

Hossein Fereydoun, adik Presiden Iran Hassan Rouhani, ditahan atas tuduhan korupsi.