Sabtu, Jusuf Kalla Sosialisasi Plastik Berbayar di Makassar  

Reporter

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pandangannya dalam Simposium Kebangsaan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. ANTARA FOTO

TEMPO.COMakassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan menghadiri peluncuran program penggunaan kantong plastik berbayar untuk toko-toko modern di Kota Makassar, Sabtu, 5 Maret mendatang. Kalla direncanakan melakukan sosialisasi program itu secara langsung kepada masyarakat. “Agendanya menandatangani komitmen bersama penerapan kantong plastik tidak gratis,” kata Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan Abdul Latief, Rabu, 2 Maret 2016. 

Kalla berencana datang ke Makassar bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Acara itu juga akan dihadiri 23 wali kota serta perwakilan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia. Acara akan dipusatkan di Lapangan Karebosi, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. “Mendatang, plastik berbayar akan diberlakukan secara masif, termasuk di pasar tradisional.” 

Pada 21 Februari 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginstruksikan semua toko modern menerapkan program kantong plastik berbayar. Warga tidak lagi mendapatkan kantong plastik secara cuma-cuma, tapi dikenai biaya Rp 200-500 per kantong. (Baca: Asal Mula Kantong Plastik Populer Jadi Kantong Belanja)

Kepala Badan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan Hasbi Noer mengatakan telah menginstruksikan jajarannya di 24 kabupaten/kota untuk mulai menjalankan kebijakan itu. “Masing-masing daerah diminta mulai mensosialisasikan dan menerapkannya saat peluncuran oleh Wakil Presiden.” 

Menurut dia, kebijakan pemerintah akan mendorong kesadaran masyarakat akan bahaya dan dampak negatif limbah plastik terhadap lingkungan. Masyarakat diharapkan bisa mengurangi ketergantungannya pada bahan plastik secara keseluruhan. 

Masyarakat harus menyediakan sendiri tas belanja multifungsi yang dapat dibawa ke mana-mana. Warga diharapkan menggunakan tas belanja yang dapat didaur ulang, misalnya, terbuat dari kertas dan kain. “Ini juga bisa disambut sebagai peluang usaha untuk membuat tas belanja alternatif,” kata Hasbi. (Baca: Walhi: Plastik Berbayar Perlu Diterapkan di Pasar Tradisional, tapi....)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa akan mengawasi penerapan aturan itu di semua minimarket. “Sekarang masih dalam tahap uji coba,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa Taufiq Mursad.

Dinas tengah mempertimbangkan aturan yang memberi sanksi kepada minimarket yang tidak menjalankan program itu. “Sanksinya nanti dipikirkan. Kami awasi dulu.” 

Pemberlakuan kantong plastik berbayar itu menuai pro-kontra masyarakat. Warga Kelurahan Pandangpandang, Kecamatan Somba Opu, Fauzan, 36 tahun, menyambut baik aturan itu. “Ini baik untuk lingkungan. Plastik kan susah diurai oleh tanah.”

Namun warga lainnya, Zulkarnain, 27 tahun, justru menolak kebijakan itu karena dianggap membebani masyarakat. “Kita kan belanja di toko itu. Masak untuk kantong plastiknya saja kita bayar?” (Baca: Walhi: Sampah Plastik Bahaya Laten Lingkungan)

AAN PRANATA | AWANG DARMAWAN






F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

22 hari lalu

F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

Ada tiga simbol utama yang selalu muncul di setiap F8 Makassar, yakni anak-anak, keterlibatan difabel, dan pertunjukan kolosal.


Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

7 Juli 2022

Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

Kota Makassar ternyata pernah mengalami dinamika pergantian nama. Dari mulanya bernama Makassar berganti jadi Ujung Pandang, hingga menjadi Makassar kembali. Lantas, apa alasan pergantian nama tersebut?


Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

6 Juli 2022

Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

Warga menduga kematian ikan bandeng di keramba tersebut akibat limbah dari Kawasan Industri Lamicitra.


Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

8 April 2022

Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

Anshar mengatakan zakat adalah milik orang lain yang dititipkan. Karena itu, jangan berbangga memberikan zakat.


Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

31 Maret 2022

Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

Aplikasi MASTERMINE diharapkan dapat menghasilkan nilai efisiensi 10-20 persen dari total biaya pengolahan air limbah tambang.


Hari Ini, HUT Kota Makassar ke-414 di Kanal YouTube Makassar Recover Channel

9 November 2021

Hari Ini, HUT Kota Makassar ke-414 di Kanal YouTube Makassar Recover Channel

HUT Kota Makassar ke-414 dengan mengangkat tema Recovery untuk Masa Depan. Tema ini diambil sebagai bentuk semangat kebangkitan di masa pandemi.


Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

29 Juli 2021

Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

Pengelolaan limbah cair tekstil pascaproduksi ditujukan untuk menghilangkan atau mereduksi kadar bahan pencemar sehingga limbah cair industri memenuh


KLHK Ungkap Penyebab 59 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Berat

28 Juli 2021

KLHK Ungkap Penyebab 59 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Berat

KLHK menuturkan 59 persen sungai di Indonesia masih dalam kondisi tercemar berat.


Dua Anggota Ormas Nyaris Bentrok di Tambun Bekasi

2 Juni 2021

Dua Anggota Ormas Nyaris Bentrok di Tambun Bekasi

Diduga, kedua ormas itu berselisih soal pengelolaan limbah industri otomotif di sana.


Ada Anggota FPI Terlibat Terorisme? Munarman: Pengakuan Itu Skenario Terencana

5 Februari 2021

Ada Anggota FPI Terlibat Terorisme? Munarman: Pengakuan Itu Skenario Terencana

Mantan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman menuding pengakuan terduga terduga aksi terorisme JAD Ahmad Aulia sebagai anggota FPI adalah suatu skenario.