Begini Kisah Pembebasan 10 WNI dari Sekapan Abu Sayyaf

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

rute brahma sebelum disergap Abu Sayyaf

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak sepuluh anak buah kapal warga negara Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan. Deputi Chairman Media Group Rerie L. Moerdijat mengatakan negoisasi pembebasan dilakukan melalui dialog antara Yayasan Sukma dengan pihak tokoh masyarakat, LSM, lembaga kemanusian daerah Sulu yang memiliki akses langsung ke pihak Abu Sayyaf di bawah koordinasi langsung pemerintah Republik Indonesia.

“Pembebasan dan pelepasan sandera dilakukan sekitar pukul 12.15 di Pantai Parang, Sulu, Mindano Selatan, Filipina,” tulis Rerie dalam keterangan resminya, Ahad, 1 Mei 2016.

Upaya pembebasan dilakukan sejak 23 April 2016. Pendekatan pendidikan dipilih karena sudah ada kerjasama pendidikan antara Yayasan Sukma dan pemerintah otonomi Moro Selatan.

Sandera diserahkan ke tim Indonesia di Pantai Parang lalu dibawa ke rumah Gubernur Zulu selama satu setengah jam, untuk proses verifikasi. Setelah itu, diterbangkan dari Zulu menuju Zambonga menggunakan dua helikopter jenis UH 1 H.

Sandera tiba di Zambonga sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Mereka kembali menjalani verifikasi dan pemeriksaan kesehatan dari tim Filipina. Para ABK ini kemudian diperiksa untuk mengetahui apa saja yang terjadi dan dialami selama masa penyanderaan. Selain itu, mereka diminta untuk mengenali para kelompok Abu Sayyaf lainnya.

Pemerintah Filipina kemudian menyerahkan secara resmi para sandera kepada Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia dan perwakilan dari Partai Nasional Demokrat Victor Laiskodat. Selanjutnya para sandera diterbangkan ke Indonesia dan diserahkan pada pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri di Bandara Halim.

Semula kelompok Abu Sayyaf hendak menculik seorang pengusaha di Pulau Tawi-tawi, Filipina Selatan, tapi gagal lantaran pengawalan yang ketat. Dalam perjalan pulang ke arah Utara, kelompok Abu Sayyaf pimpinan Tawing Umair berpapasan dengan Kapal Brahma 12. Para sandera dititpkan di tempat aman milik kelompok Abu Sayyaf pimpinan Al Habsy.

Presiden Joko Widodo mengatakan meski 10 sandera telah bebas, pemerintah Indonesia masih berupaya membebaskan empat ABK WNI yang lainnya. Pemerintah pun berencana mengadakan pertemuan dengan Malaysia dan Filipina pada 5 Mei mendatang guna membahas keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

AHMAD FAIZ






Pejabat Militer Filipina Dapat Penghargaan dari Presiden Jokowi

59 hari lalu

Pejabat Militer Filipina Dapat Penghargaan dari Presiden Jokowi

Penghargaan diberikan atas jasa mereka menyelamatkan nelayan WNI dari penyanderaan kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG).


Viral Perampokan Minimarket di Tangerang, Karyawan Alfamart Disandera

20 April 2022

Viral Perampokan Minimarket di Tangerang, Karyawan Alfamart Disandera

Sempat terdengar tembakan beberapa kali, yang diduga ditujukan polisi sebagai peringatan terhadap kelompok perampokan minimarket itu.


Jihadi Ringo, Jagal ISIS Dihukum di AS karena Penggal Kepala Sandera

15 April 2022

Jihadi Ringo, Jagal ISIS Dihukum di AS karena Penggal Kepala Sandera

Juri AS memutuskan Jihadi Ringo alias El Shafee Elsheikh terbukti bersalah memenggal sandera ISIS di Irak dan Suriah.


Persidangan Anggota ISIS Paling Brutal, Jihadi George, Dimulai di AS

30 Maret 2022

Persidangan Anggota ISIS Paling Brutal, Jihadi George, Dimulai di AS

El Shafee Elsheikh atau Jihadi George digambarkan oleh mantan sandera sebagai anggota "paling brutal" dari sel penculikan dan pembunuhan ISIS


1 ABK WNI Disandera Kelompok Houthi di Yaman

13 Januari 2022

1 ABK WNI Disandera Kelompok Houthi di Yaman

Kementerian Luar Negeri sedang berusaha memulangkan satu ABK WNI yang kapalnya di tahan oleh kelompok bersenjata Houthi di Yaman.


Keluarga Sandera Taliban Minta Negosiator Amerika Zalmay Khalilzad Dipecat

14 September 2021

Keluarga Sandera Taliban Minta Negosiator Amerika Zalmay Khalilzad Dipecat

Kepala negosiator perdamaian Afghanistan Zalmay Khalilzad dituduh gagal merundingkan pembebasan Mark Frerichs ketika berunding dengan Taliban.


Sandera Perampok Bank di Brasil Ceritakan Pengalaman Mengerikan Jadi Tameng

2 September 2021

Sandera Perampok Bank di Brasil Ceritakan Pengalaman Mengerikan Jadi Tameng

Sandera yang menjadi tameng hidup perampokan bank di Brasil menceritakan kisah mengerikan selama bergantungan di atap mobil.


47 Orang Tewas, 49 Luka-luka Dalam Kecelakaan Pesawat Hercules Filipina

5 Juli 2021

47 Orang Tewas, 49 Luka-luka Dalam Kecelakaan Pesawat Hercules Filipina

Ke-96 penumpang dari Pesawat C-130 Hercules milik Militer Filipina yang jatuh pada Ahad kemarin berhasil diidentifikasi.


Belasan Orang Meninggal Dalam Kecelakaan Pesawat Militer Filipina

4 Juli 2021

Belasan Orang Meninggal Dalam Kecelakaan Pesawat Militer Filipina

Sebanyak 17 orang meninggal dalam kecelakaan pesawat Angkatan Udara Filipina pada Ahad ini, 4 Juli 2021.


Polisi Malaysia Tembak Mati Lima Anggota Abu Sayyaf di Sabah

18 Mei 2021

Polisi Malaysia Tembak Mati Lima Anggota Abu Sayyaf di Sabah

Polisi Malaysia pada Selasa mengatakan lima anggota kelompok militan Abu Sayyaf tewas dalam baku tembak di negara bagian Sabah di Kalimantan.