Inilah Dimas, Orang Bertompel yang Disebut Ikut Membunuh Eno

Reporter

Editor

Bagja

Dimas Romadon, 19 tahun, orang yang disebut Rahmat Arifin sebagai pembunuh Eno Farihah, meski pernyataan di depan hakim itu dicabutnya kembali.

TEMPO.CO, TANGERANG – Rahmat Arifin menyebut nama lain sebagai pembunuh Eno Farihah, buruh pabrik PT Polyta Global di Kosambi, Tangerang, pada 12 Mei lalu. Arifin mengatakan pembunuh gadis 19 tahun itu adalah Dimas, bukan RAI, anak 15 tahun yang mengaku pacar Eno.

Dimas tahu namanya disebut dalam sidang pada Jumat pekan lalu. Tempo menemuinya di kawasan pabrik Kosambi, tempat ia bekerja, pada Senin, 13 Juni 2016. Nama lengkapnya Dimas Romadon. Usianya 19 tahun. “Saya tahu dituduh, tapi karena saya tak melakukan, saya tenang saja,” katanya.

BACA: Nama Dimas Tompel Tak Pernah Disebut Saat Pemeriksaan di Polisi

Meski mengaku tenang, Dimas terlihat gugup. Ketika ditanya soal hubungannya dengan Eno, dia menjawab dengan suara bergetar, “Saya tak kenal.” Ia lalu mengeluarkan bungkus rokok dari saku celananya. Tanpa melihat ke arah wartawan Tempo, Dimas menyalakan, mengisap, lalu menyemburkan asap rokok itu.

Wajahnya agak mengendur ketika pertanyaan beralih soal RAI dan telepon seluler Eno. RAI meminta Arifin mengaku di depan hakim bahwa pelaku pemerkosa dan pembunuh Eno adalah Dimas, bukan dia. Ayah RAI, Nahyudin, menyebutkan bahwa anaknya menerima telepon seluler Eno dari Dimas seusai membunuh. “Bagaimana saya bisa memberikan HP itu kalau saya tak kenal Eno dan RAI?” kata Dimas.

BACA: Polisi Cari Identitas Dimas Tompel yang Disebut Ikut Membunuh Eno

Sedangkan Nahyudin berkukuh bahwa Dimas menjual telepon itu sebesar Rp 10 ribu kepada anaknya. Dalam telepon itu terdapat percakapan antara Eno dan Alim sebelum ia tewas mengenaskan dengan vagina tertusuk gagang cangkul hingga paru-paru.

Arifin menyebut nama Dimas dalam sidang. Belakangan ia mengaku bahwa penyebutan nama Dimas akibat dalam tekanan RAI yang mengancam akan menyakitinya jika tak mengikuti skenarionya. Pernyataan Arifin dikuatkan Imam Harpriadi, pelaku lain, yang menyebutkan bahwa pembunuh Eno adalah RAI, bukan Dimas. "Kami melakukannya sama-sama," katanya.

Selama satu tahun terakhir ini, Dimas yang hanya lulusan SMP ini bekerja di gudang pengiriman kipas angin merek Maspion. Anak kelima dari enam bersaudara ini bekerja sebagai kenek angkutan barang di perusahaan itu.

BACA: Pengakuan RAI di Malam Terbunuhnya Eno Farihah

Sehari-hari, Dimas tinggal bersama kedua orang tua, kakak, dan adiknya di mes perusahaan tempat ayahnya bekerja. Karyanto, ayah Dimas, bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan di kawasan Pluit, Jakarta. Mes tempat keluarga Dimas hanya berjarak 1 kilometer dari tempat kerjanya.

Dimas mengakui jika foto yang dipegang penyidik dan beredar itu adalah fotonya. “Benar, itu foto saya,” katanya ketika Tempo menunjukkan sebuah foto.

JONIANSYAH HARDJONO






Alec Baldwin Didakwa Pembunuhan Tak Sengaja atas Penembakan Halyna Hutchins

9 jam lalu

Alec Baldwin Didakwa Pembunuhan Tak Sengaja atas Penembakan Halyna Hutchins

Jaksa menuntut bintang film Alec Baldwin dengan dua pembunuhan tak sengaja atas insiden penembakan sutradara Halyna Hutchins tahun lalu.


Berusaha Palsukan Kematian, Wanita Irak Bunuh Beauty Blogger Aljazair di Jerman

11 jam lalu

Berusaha Palsukan Kematian, Wanita Irak Bunuh Beauty Blogger Aljazair di Jerman

Seorang wanita Irak berusia 23 tahun didakwa menikam sampai mati seorang beauty blogger Aljazair di Jerman.


Dikabarkan Hilang, Satu TKW Korban Wowon Serial Killer Ditemukan Masih Bekerja di Libya

13 jam lalu

Dikabarkan Hilang, Satu TKW Korban Wowon Serial Killer Ditemukan Masih Bekerja di Libya

Polisi mengidentifikasi satu korban Wowon serial killer masih bekerja di Libya, dalam kondisi sehat. Para TKW jadi korban penipuan penggandaan uang.


Satu TKW Korban Penipuan Wowon Serial Killer Melapor ke Posko Polres Cianjur

19 jam lalu

Satu TKW Korban Penipuan Wowon Serial Killer Melapor ke Posko Polres Cianjur

Hana, nama TKW itu, mengaku tertipu hingga Rp100 juta oleh komplotan Wowon serial killer dengan modus penggandaan uang berkedok investasi.


3 Peluru Menembus Tubuh Mahatma Gandhi 75 Tahun Lalu, Siapa Pembunuhnya?

2 hari lalu

3 Peluru Menembus Tubuh Mahatma Gandhi 75 Tahun Lalu, Siapa Pembunuhnya?

Pada 30 Januari 1948 Mahatma Gandhi meninggal dunia setelah tiga peluru menembus tubuhnya. Sepuluh hari sebelumnya percobaan pembunuhan dilakukan.


Angin Kencang Terjang Kabupaten Tangerang Ahad Pagi, Satu Rumah Roboh di Pakuhaji

3 hari lalu

Angin Kencang Terjang Kabupaten Tangerang Ahad Pagi, Satu Rumah Roboh di Pakuhaji

Warga di wilayah utara Kabupaten Tangerang, terutama di kawasan pesisir, diimbau agar waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi.


Mutilasi di Bekasi: Jejak Darah dan Uang Angela Hindriati di Tangan Ecky Listiantho

3 hari lalu

Mutilasi di Bekasi: Jejak Darah dan Uang Angela Hindriati di Tangan Ecky Listiantho

"Selamat ulang tahun" pesan terakhir Angela Hindriati kepada kakaknya sebelum dia hilang dan ditemukan menjadi korban mutilasi di Bekasi


Polisi: Rekonstruksi Kasus Wowon Serial Killer Tunggu Semua Fakta Terungkap

4 hari lalu

Polisi: Rekonstruksi Kasus Wowon Serial Killer Tunggu Semua Fakta Terungkap

Polisi masih mencari dua TKW yang diduga menjadi korban dalam kasus penipuan dan pembunuhan Wowon serial killer


Video Penganiayaan Tyre Nichols oleh Polisi Memphis Dirilis

4 hari lalu

Video Penganiayaan Tyre Nichols oleh Polisi Memphis Dirilis

Polisi dikecam karena menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi orang-orang kulit hitam.


Beberapa Fakta Mengenai Pembunuhan, Salah Satunya Pembunuh Tak Harus Psikopat

5 hari lalu

Beberapa Fakta Mengenai Pembunuhan, Salah Satunya Pembunuh Tak Harus Psikopat

Peneliti dari Amerika, Lawrence R. Samuel, melihat kembali kasus-kasus pembunuhan yang terjadi untuk menemukan alasan kenapa manusia membunuh.