Rabu, 15 Agustus 2018

Kawasan Aerocity Bandara Kertajati Butuh Pembangkit Listrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perluasan bandara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi perluasan bandara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan kawasan industri Aerocity Bandara Kertajati di Majalengka membutuhkan pembangkit listrik. “Kebutuhannya 450 MW kalau ulitmate,” kata Virda  di Bandung, Kamis, 19 Agustus 2016.

    Virda mengatakan, PT BIJB sudah menyiapkan cluster Energy Centre untuk lokasi membangun pembangkit itu. Energy Centre tidak hanya  untuk fasilitas pembangkit listrik industri atau IPP (Industrial Power Plant), juga data centre. “Energy Centre itu luasnya 190 hektare,” kata dia.

    Menurut Virda, sudah banyak investor yang berniat mendirikan pembangkit listrik termasuk swasta. Salah satunya Bekasi Power yang memasok listrik bagi kawasan industri di Bekasi. “Peminat sudah banyak, nanti kita bikin beauty contest saja untuk mencari yang serius.”

    Baca Juga:  Presiden Minta PT Dirgantara Indonesia Pindah ke Kertajati

    Virda menambahkan pasokan listrik untuk Aeorcity Bandara Kertajati juga sudah dibicarakan dengan PLN. “Sudah ada pembicaraan juga, PLN butuh waktu untuk memasang supaya bisa menyesuaikan dengan rencanan pembangunan ktia dan kebutuhan,” ucapnya.

    Virda mengaku, belum ada pembicaraan detil tentang pembagian pemasok listrik itu. “Kebutuhannay 450 MW, nanti disuplainya oleh (siapa) berapa, belum sampai sedetil itu. Fokus kita sampai akhir tahun ini untuk perizinannya. Baru 2017 awal memulai pembangunannya.”

    Menurut Virda , kawasan Aerocity Bandara Kertajati, areal industri penunjang bandara itu, luasnya 3.200 hektare. Kawasan itu berada di luar areal bandara yang diproyeksikan luasnya 1.800 hektare. Aerocity  dibagi dalam tujuh kluster yang sudah dituangkan dalam Materplan Alokasi Ruang yang disusun Dinas Permukiman dan Perumahan Jawa Barat. Tujuh kluster yang masing-masing luasnya antara 300 hektare sampai 400 hektare yakni aerospace park, logistic park, energy centre, bussiness center 1 dan 2, serta Eco Science, serta residential.

    Simak: Kemenhub Belum Tetapkan Anggaran untuk Bandara Kertajati

    Sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Barat Eddy Iskandar Muda Nasution mengatakan, dinasnya melibatkan diri untuk menjajaki keterlibatan swasta untuk membangun pembangkit listrik untuk menunjang Aerocity Bandara Kertajati. “Bukan di bandaranya, tapi di Aeorcity, kalau mau menjualnya harus tersedia infrastruktur listrik, air, dan segala macam,” kata dia di Bandung, 15 Agustus 2016.

    Eddy mengatakan, PLN saat ini baru menyiapkan gardu induk untuk memasok listrik khusus untuk kebutuhan Bandara Kertajati dengan kapasitas hingga 150 MW. Pasokan listrik PLN itu kemungkinan tidak cukup untuk memasok listrik untuk Aerocity. “Listrik itu hanya untuk bandara. Bandara juga tidak boleh terganggu listriknya. Makanya BIJB harus ada pembangkit listrik di situ.”

    Baca: PTDI Segera Pindahkan Pabrik ke Kertajati

    Menurut Eddy, PT BIJB harus memulai menyiapkan pembangunan pemangkit listrik itu karena memakan waktu lama. “Kita harus antisipasi dari sekarang. Membangun itu gak cepat, paling dua tiga tahun membangun pembangkit, belum lagi lelangnya,” kata dia.

    Eddy berkata, pola pembangkit listrik swasta seperti yang digunakan di kawasan industri bisa dilakukan oleh PT BIJB di Aerocity. “Kawasan industri itu dia bisa bikin sendiri seperti yang dilakukan Cikarang Listrindo dan Bekasi Power.”

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Bakal Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.