TNI AL Tangkap Tanker Angkut 400 Ton Minyak Asal Singapura

Reporter

Pangarmabar Laksamana Muda Aan Kurnia saat menjelaskan penangkapan kapal asing berbendera Vietnam dan Singapura, di Markas Koarmabar, Jalan Gunung Sahari,17 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

TEMPO.COJakarta - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Laksamana Muda Aan Kurnia mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap ratusan kapal yang diduga beraktivitas secara ilegal dalam kurun waktu September-Oktober 2016. Dari pemeriksaan itu, sebuah tanker berbendera Singapura ditangkap saat mengangkut 400 ton minyak secara ilegal di perairan Bangka Belitung pada Ahad, 16 Oktober 2016. 

"Kami tangkap motor tanker (MT) Zamidah berbendera Singapura yang modusnya membawa bahan bakar ke Malaysia," kata Aan di Markas Koarmabar di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin, 17 Oktober 2016.

Menurut Aan, tanker itu tertangkap basah di Tanjung Berikat daerah perairan Selat Gelasa, Bangka Belitung, oleh kapal RI Cucut-866. Saat pemeriksaan, tim reaksi cepat Koarmabar mendapati bahwa kapal Zamidah, yang diketahui milik maskapai Dutaryo Overseas Trading Corporation, tidak dilengkapi dokumen kapal dan persetujuan muatan. Tidak pula ditemukan buku pelaut dan surat perjanjian kerja laut dari kapal yang membawa 12 awak kapal berkebangsaan Indonesia.

Setelah penangkapan ini, Aan mengatakan, kapal itu akan diproses. "Proses lanjutannya, kapal itu dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut Bangka Belitung," ujarnya.

Menurut Aan, penjagaan Koarmabar didukung Gugus Tempur Laut AL dan Badan Keamanan Laut RI. Ia menambahkan, selama kurun dua bulan terakhir, ada 21 kapal yang terbukti melakukan pelanggaran. "Yang diperiksa yang kami curigai. Kalau dokumennya lengkap, tak terbukti bersalah, ya dilepas," tuturnya.

Kata Aan, pihaknya memberi jatah armada lebih banyak di Zona Ekonomi Eksklusif yang paling potensial diincar pihak asing, seperti di perairan Natuna. "Kalau di zona biasa, mungkin satu kapal (pengawas) cukup, tambah back up satu pesawat pengintai. Di zona khusus, bisa sampai tiga kapal mengawasi," katanya.

Pada empat hari terakhir ini, Aan mengungkapkan, Koarmabar menahan dua kapal asing berbendera Vietnam dan sebuah kapal asal Singapura yang diduga menyelundupkan barang. Dua kapal asal Vietnam, ujar Aan, ditahan KRI Silaspapare-386 yang tengah berpatroli pada 13 Oktober lalu. "Ada dua kapal yang terdeteksi Silaspapare dari jarak sekitar 5,5 mil. Kapal-kapal itu sedang menarik jaring pukat ikan."

Baca juga : Topik tentang penyelundupan BBM bersubsidi

Dua kapal tersebut mengangkut 15 awak kapal yang diduga berkewarganegaraan Vietnam. "Setelah diperiksa, tak ada dokumen penangkapan ikan sah," tuturnya.

Adapun satu kapal berbendera Singapura diindikasi menyelundupkan barang dari Singapura ke Indonesia menggunakan speedboat tanpa nama. Kapal jenis LCT Toll Emperor itu ditangkap Ahad kemarin, pukul 00.15 WIB, hanya lebih dari setengah hari sebelum penangkapan tanker Zamidah, pukul 09.45.

Dengan speedboat, sejumlah barang elektronik, furnitur, dan barang pecah belah dipindahkan dari LCT asal Singapura ke Dermaga Sekupang, Batam. Modus itu, kata Aan, dipakai untuk membawa barang ilegal dari kapal besar guna mengelabui petugas.

Dari kapal tersebut, pihak Koarmabar menahan 12 awak kapal yang merupakan warga negara Indonesia. "Keterangan dari juru mudi dan awak di speedboat, pemilik barang adalah warga negara Singapura," kata Aan.

YOHANES PASKALIS

Baca juga:
Di Forum PBB, Risma: Kita Butuh Lebih Banyak Pemimpin Wanita
Pemerintah Buru Pajak Artis di Media Sosial

 

 






Penyelundupan 12 WNI Digagalkan Imigrasi Malaysia, Bayar Tekong Rp10 Juta

28 hari lalu

Penyelundupan 12 WNI Digagalkan Imigrasi Malaysia, Bayar Tekong Rp10 Juta

Kantor Imigrasi Malaysia Johor menggagalkan upaya penyelundupan 12 WNI dan menangkap dua orang lokal yang membawa mereka masuk dari Singapura.


Sengkarut Harga Beras: Mulai dari Klaim Stok Aman, Dugaan Penyelundupan Hingga Opsi Impor

54 hari lalu

Sengkarut Harga Beras: Mulai dari Klaim Stok Aman, Dugaan Penyelundupan Hingga Opsi Impor

Kenaikan harga beras belakangan ini dinilai tak wajar. Pemerintah diharapkan tak buru-buru mengambil opsi impor untuk mengendalikan harga.


Buron 2 Tahun, Bos Organisasi Perdagangan Manusia Dibekuk

55 hari lalu

Buron 2 Tahun, Bos Organisasi Perdagangan Manusia Dibekuk

Temesghen Ghebru Ghebremedhin, 35 tahun, terduga bos perdagangan manusia, ditangkap di Ethiopia setelah dua tahun dalam pelarian


Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyundupan Benih Lobster Senilai Rp 3,9 Miliar

9 September 2022

Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyundupan Benih Lobster Senilai Rp 3,9 Miliar

Penyelundup benih lobster di Bandara Soekarno-Hatta itu terancam hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.


Bakamla Tangkap Tanker Penyelundup BBM di Batam

27 Agustus 2022

Bakamla Tangkap Tanker Penyelundup BBM di Batam

Kejadian tersebut bermula saat petugas Bakamla berpatroli mendeteksi adanya sebuah tanker mencurigakan.


MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

26 Agustus 2022

MAKI Laporkan Dugaan Penyelundupan Limbah Beracun di Kepulauan Riau

Boyamin menduga kapal tersebut mengangkut limbah beracun seberat 5.500 ton dan disamarkan dengan dokumen sebagai minyak bumi.


Pecahkan Rekor, Australia Sita Sabu Senilai Rp16,5 Triliun

26 Agustus 2022

Pecahkan Rekor, Australia Sita Sabu Senilai Rp16,5 Triliun

Polisi Australia mengumumkan bahwa mereka telah menyita sabu senilai sekitar A$1,6 miliar atau Rp16,5 triliun dari Timur Tengah


Bea Cukai Rusia Gagalkan Penyelundupan 225 Kilo Emas Batangan

19 Agustus 2022

Bea Cukai Rusia Gagalkan Penyelundupan 225 Kilo Emas Batangan

Petugas Bea Cukai Rusia curiga saat ada penumpang yang terseok-seok menyeret koper mereka kendati itu adalah koper dengan roda.


Pendaftaran Bintara PK TNI AL Hingga 11 Agustus, Cek Persyaratannya di Sini

27 Juli 2022

Pendaftaran Bintara PK TNI AL Hingga 11 Agustus, Cek Persyaratannya di Sini

Pendaftaran Bintara PK TNI AL dibuka hingga 11 Agustus secara online. Cek syaratnya di sini.


Kisah Jenderal Hoegeng Heroik Tangani Beberapa Kasus Besar

15 Juli 2022

Kisah Jenderal Hoegeng Heroik Tangani Beberapa Kasus Besar

Mesikpun hanya menjabat 3 tahun menjabat sebagai Kapolri namun Hoegeng Iman Santoso membawa perubahan besar dalam tubuh Kepolisian