Diduga Makar, Ini Kondisi Rachmawati di Markas Brimob  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Rachmawati Soekarnoputri sedang menjalani pemeriksaan tensi darah di Mako Brimob Kelapa Dua. Rachma diminta istirahat sebelum pemeriksaan terkait kasus dugaan makar. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Rachmawati Soekarno Putri, Teguh Santosa, menyayangkan penjemputan anak Proklamator Sukarno yang dituding hendak berbuat makar oleh polisi. Menurut dia, penjemputan Rachmawati dari rumahnya di Jati Padang, Pasar Minggu, pada Jumat pagi, 2 Desember 2016, melanggar hak asasi manusia.

”Saya telepon Ibu Rachmawati. Dia mengatakan kepada saya bahwa penangkapan tersebut sudah melanggar HAM,” kata Teguh di Markas Komando Brigadir Mobil Kepala Dua, Depok, Jumat, 2 Desember 2016.

Rachmawati, kata Teguh, ditangkap dalam keadaan sakit dan duduk di kursi roda. Menurut dia, tidak ada upaya untuk melakukan makar kepada pemerintah.

Sejumlah aktivis hanya menuntut agar hukum ditegakkan untuk menangkap Ahok dan mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945. “Cuma dua tuntutan itu. Saya tidak tahu mengapa disebut makar,” ujarnya.

BacaDiduga Makar, Sri Bintang Pamungkas Ditangkap

Bahkan Rachmawati tidak diberi makan sejak penangkapan sampai menjelang pukul 11.00. Rachmawati baru diberi bubur menjelang pukul 11.00. “Sampai sekarang belum diperiksa. Malah seperti diputer-puter tidak karuan,” ucapnya.

Pada saat diperiksa, tekanan darah Rachmawati mencapai 230/110. Namun Rachmawati enggan dirawat. “Ibu Rachmawati cuma mau hubungi dokter pribadinya enggak dikasih. Ini melanggar HAM,” ujarnya.

SimakAntisipasi Aksi 212, Pengamanan Gedung DPR-MPR Diperketat

Menurut Rachmawati, yang disampaikan ke Teguh, pemerintah sangat represif. Selama Orde Baru, Rachmawati melihat belum pernah ada perlakuan seperti ini. “Saya anak proklamator diperlakukan seperti ini,” ucap Teguh, menirukan pernyataan Rachmawati.

Melalui pengacara, ia akan melakukan protes keras kepada pemerintah atas penangkapan ini. “Saya baru dikasih sarapan bubur. Tapi belum saya makan. Dan saya cuma bawa tabung oksigen sendiri,” ujar Rachmawati.

IMAM HAMDI







RKUHP Disahkan di Tingkat I, Wamenkumham: Tidak Mungkin Puaskan Semua Pihak

11 hari lalu

RKUHP Disahkan di Tingkat I, Wamenkumham: Tidak Mungkin Puaskan Semua Pihak

Komisi Hukum DPR bersama pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM menyepakati RKUHP di pembahasan tingkat I.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

27 September 2022

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

7 Juni 2022

Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja ditangkap di Lampung oleh tim Polda Metro Jaya.


3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

7 Juni 2022

3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

Polda Jawa Tengah menjerat tiga pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin yang bertanggung jawab atas pembagian pamflet pendirian khilafah.


Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2022

Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

Sultan Hamid II perancang lambang negara Indonesia. Pada akhir kisah hidupnya, ia pernah dituduh makar dan dianggap bersekongkol dengan Westerling.


Bersiap Hadapi Pemilu 2024, Partai Pelopor Berganti Nama Partai Perkasa

9 Oktober 2021

Bersiap Hadapi Pemilu 2024, Partai Pelopor Berganti Nama Partai Perkasa

Partai Pelopor mengganti namanya jadi Partai Pergerakan Kebangkitan Desa (Perkasa) dalam kongres di Jakarta, Sabtu 9 Oktober 2021.


Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

5 Agustus 2021

Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

Dituding makar, Direktris Lembaga Bantuan Hukum Bali Ni Kadek Vany Primaliraning menganggap pelapornya tak paham tugas advokat.


Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

4 Agustus 2021

Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

Amnesty International Indonesia mengkritik pelaporan terhadap Direktur LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning dan empat mahasiswa Papua ke polisi


Viral Tangan Misterius di Makam Jane Shalimar, Elisya Olive Ungkap Faktanya

5 Juli 2021

Viral Tangan Misterius di Makam Jane Shalimar, Elisya Olive Ungkap Faktanya

Perempuan yang sudah bersabahat dengan Jane Shalimar selama 10 tahun ini menjelaskan bahwa foto itu adalah hasil editannya.


Pesan Khusus Annisa Pohan untuk Anak Satu-satunya Jane Shalimar

4 Juli 2021

Pesan Khusus Annisa Pohan untuk Anak Satu-satunya Jane Shalimar

Annisa Pohan mengunggah foto-foto kebersamaannya bersama Jane Shalimar selama almarhumah aktif di Partai Demokrat.