Jadi Tersangka, Polda Jabar Ingin Rizieq Syihab Kooperatif  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Rizieq Shihab memberikan keterangannya di depan awak media saat tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. Kedatangan Rizieq Shihab ke olda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengharapkan tersangka kasus dugaan penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik Sukarno, Rizieq Syihab, kooperatif saat menjalani proses penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Imam besar Front Pembela Islam itu dijadwalkan akan diperiksa sebagai tersangka, besok, Selasa, 7 Februari 2017.

"Kami harap Rizieq kooperatif dan memenuhi panggilan kami," ujar Yusri kepada Tempo, Senin, 6 Februari 2017.

Baca:
Pengacara Menduga Semua Kasus Rizieq Syihab Pesanan

Yusri mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan dan surat penetapan tersangka kepada Rizieq. Ia membantah pernyataan kuasa hukum Rizieq yang menyebutkan polisi belum memberikan kedua surat tersebut.

"Sudah kami kirimkan dua-duanya ke kediaman Rizieq," ujar Yusri.

Apabila Rizieq tidak memenuhi panggilan polisi untuk pemeriksaan perdana sebagai tersangka, Yusri mengatakan pihaknya akan kembali melayangkan surat yang kedua. "Kalau tidak datang lagi kami akan buat surat perintah penjemputan," kata dia.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Rizieq, Kiagus Muhammad Choiri, memastikan kliennya tidak akan datang pada pemeriksaan sebagai tersangka. Alasannya, pihaknya belum menerima surat pemanggilan dan surat penetapan sebagai tersangka.

Simak:
Kasus Rizieq-Firza, Pengacara: Ini Pembunuhan Karakter

Selain itu, pihak Rizieq sedang berupaya melakukan gugatan praperadilan atas status tersangka Rizieq. Namun, sampai saat ini, pihaknya belum melayangkan gugatan tersebut ke pengadilan lantaran belum memegang surat penetapan tersangka.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat atas dugaan menghina Pancasila dan mencemarkan nama baik Presiden Sukarno. Pentolan FPI ini disangkakan melanggar Pasal 154A KUHP tentang penistaan simbol negara dan Pasal 320 tentang pencemaran nama baik.

IQBAL T. LAZUARDI S.






Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

8 hari lalu

Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung mengembangkan aplikasi digital Sistem Logistik Pengelolaan Sampah Anorganik bernama 'Teman Ubah'.


Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

8 hari lalu

Seabad Usia Observatorium Bosscha, Waktunya Astronom Pindah ke Timau?

Observatorium Bosscha genap berusia 100 tahun. Astronom BRIN cerita polusi cahaya parah dari Kota Bandung.


Wacana Perda LGBT di Kota Bandung, Ini Pro dan Kontranya

12 hari lalu

Wacana Perda LGBT di Kota Bandung, Ini Pro dan Kontranya

DPRD Kota Bandung mewacanakan perancangan Perda LGBT. Ada yang mendukung, dan ada pula yang menolak.


Kota Bandung Rencanakan Konversi Angkot jadi Mikrobus

13 hari lalu

Kota Bandung Rencanakan Konversi Angkot jadi Mikrobus

Pemerintah Kota Bandung merencanakan konversi angkutan kota atau angkot menjadi mikrobus mulai 2024.


BPIP Ajak DPRD Bandung Amalkan Pancasila Dalam Tindakan

15 hari lalu

BPIP Ajak DPRD Bandung Amalkan Pancasila Dalam Tindakan

Setiap pejabat patut mengamalkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.


Apa Maksud Pancasila Sebagai Dasar Negara? Ini Penjelasannya

21 hari lalu

Apa Maksud Pancasila Sebagai Dasar Negara? Ini Penjelasannya

Mengenal Pancasila sebagai dasar negara, kedudukan, serta penerapannya dalam masyarakat.


9 Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

21 hari lalu

9 Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

Berikut fungsi pancasila sebagai dasar negara yang wajib dipahami dan diamalkan


BPIP Rangkul Ikon Pancasila Bumikan Ideologi Bangsa

24 hari lalu

BPIP Rangkul Ikon Pancasila Bumikan Ideologi Bangsa

Beberapa tahun yang lalu pasca reformasi Indonesia kehilangan lembaga yang melakukan pembinaan nilai-nilai Pancasila secara luas.


Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Jadi Booster Nasionalisme

24 hari lalu

Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Jadi Booster Nasionalisme

Generasi masa kini patut bersyukur bahwa Indonesia memiliki Founding Father atau pendiri dan proklamator Bangsa Indonesia seperti Bung Karno dan Bung Hatta yang meletakkan pilar dan ideologi bangsa yakni Pancasila.


Top Nasional: Kekerasan di Papua Dinilai Meningkat Usai Penangkapan Lukas Enembe, Cak Imin Minta Kader PKB Pajang Gambar Pancasila

24 hari lalu

Top Nasional: Kekerasan di Papua Dinilai Meningkat Usai Penangkapan Lukas Enembe, Cak Imin Minta Kader PKB Pajang Gambar Pancasila

Komnas HAM menyatakan kenaikan kekerasan di Papua terjadi usai penangkapan Gubernur Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).