Begini Kelakuan Anti-Fans Suju  

Selasa, 08 Mei 2012 | 15:22 WIB
Begini Kelakuan Anti-Fans Suju  
Boy band asal Korea Selatan, Super Junior tampil menghibur ribuan penggemarnya dalam konser bertajuk Super Show 4 World Tour, di Mata Elang Internasional Stadium, Ancol, Jakarta, Jum'at (28/4). Dalam konser ini super junior membawakan sejumlah hitsnya seperti Sorry Sorry, Angel dan Mr Simple. TEMPO/Agung Pambudhy

TEMPO.CO, Jakarta - Boyband atau band cowok asal Korea, Super Junior, memiliki ribuan penggemar fanatik. Mereka menyebut dirinya ELF. Tapi Suju--nama lain Super Junior--tidak cuma punya fans. Mereka juga dibenci sekelompok anak muda, anti-fans, bernama Stupid Junior.

Menurut pengamat musik Korea, Jang Min-ho, ada tiga jenis anti-fans dalam industri K-pop. Yang pertama adalah anti-fans biasa. Anti-fans ini hanya berkomentar untuk menyatakan ketidaksukaannya.

“Tujuan mereka menyakiti kelompok fans, tapi tidak menyakiti si artis,” kata Jang di situs Soompi.com.

Jenis anti-fans kedua biasanya mulai mengganggu kegiatan si artis. Misalnya membuntuti artis hingga masuk kategori menguntit. Di Korea, anti-fans ini disebut Sasaeng Anti-fans. Meski sudah masuk tahap menguntit, mereka tidak dianggap sebagai ancaman oleh kelompok fans.



“Namun kelakuannya lebih berbahaya karena berani melewati batas privasi artis,” ujar Jang.

Tipe anti-fans ketiga, kata Jang, biasanya bertindak lebih berbahaya dibanding menguntit. Sebab mereka berani menyerang artis yang dibenci. Seperti menembakkan pistol air berisi kecap atau memasukkan lem ke dalam jus pesanan si artis.

“Orang-orang ini penuh amarah dan ingin menghancurkan kehidupan seorang idola,” ujarnya.

Meski jumlah anti-fans di Korea tidak sedikit, anehnya tak banyak artis yang mengajukan tuntutan hukum atas perbuatan para anti-fans. Kata Jang, bisa jadi keberadaan anti-fans justru meningkatkan kepopuleran boyband atau girlband. "Secara tidak langsung anti-fans memberi keuntungan juga untuk band-band itu," ujarnya.

CHETA NILAWATY | CORNILA DESYANA



Komentar