free stats

Kala KSAU Mengajari Menteri Puan Menembak

Sabtu, 09 Mei 2015 | 11:52 WIB
Kala KSAU Mengajari Menteri Puan Menembak
Menko PMK Puan Maharani bersiap menembak di lapangan tembak kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, 9 Mei 2015. ANTARA/Humas Menko PMK

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani pagi ini menjajal kemampuan menembaknya dengan pistol di Markas Komando Pertahanan Udara Nasional, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Puan beserta Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Bawedan serta Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M. Nasir diundang Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna untuk melakukan olahraga bersama.

Agus mengajak ketiga menteri itu bersenam pagi dan berjalan santai di dalam Markas Komando pada pukul 08.00 WIB. Seusai senam dan jalan santai, Agus mengajak mereka mampir ke lapangan tembak markas tentara itu.

Begitu tiba di lapangan tembak, Agus langsung mengajak Puan turun ke lokasi latihan. Di lapangan rumput seluas setengah lapangan sepak bola itu sudah disiapkan sepuluh lajur tembak. Agus mendapat jatah lajur lima, sementara Puan enam.

Di lajur tembak selebar dua meter itu terdapat sebuah meja kecil untuk meletakkan sepucuk pistol dan dua magasin peluru. Agus dan Puan mendapat jatah pistol merek SPS buatan Spanyol. Pistol tersebut sering digunakan dalam perlombaan tembak reaksi dan tembak sasaran.



Sebelum menembak, Puan mendapat pengarahan dari dua instruktur tembak TNI AU. Puan, yang memakai kaus olahraga putih, tampak gugup saat mendengarkan pengarahan instruktur. Bahkan Puan sempat bingung ketika diajari cara memegang pistol yang benar. Instruktur membutuhkan waktu lebih dari lima menit untuk mengajari Puan cara memegang pistol. Bahkan KSAU Agus Supriatna sempat ikut memberi masukan kepada Puan.

"Maklum Pak, tangan saya kecil, tak cocok pegang pistol," kata Puan yang membuat Agus dan sejumlah pejabat TNI AU tersenyum.

Setelah mampu memegang pistol dengan benar, Puan diajari cara membidik. Sambil memakai kacamata pelindung, cucu Sang Proklamator itu tampak serius meluruskan kedua tangan sambil membidik sasaran. Tatapan mata Puan tertuju pada sebuah papan berukuran 70 x 70 sentimeter. Di papan tersebut terdapat gambar sejumlah lingkaran yang menjadi sasaran tembak.

Melihat keseriusan Puan membidik papan dari jarak sekitar 20 meter itu, Agus Supriatna melontarkan gurauan. "Nanti kalau sudah dibidik tidak kena, datangi saja sasarannya, tembak dari dekat," kata Agus memancing tawa Puan.

Tak lama kemudian, instruktur tembak memasukkan sepuluh butir peluru ke dalam pistol Puan. Suara "dor" terdengar bersahutan dari sepuluh lajur tembak. Salah satunya berasal dari pistol yang digenggam Puan. Dia tampak tak canggung memuntahkan sepuluh peluru dari pistolnya. Namun arah tembakan Puan melenceng ke atas karena dia tak mampu menahan entakan pistol SPS berkelir metalik itu.

Selesai menembak, Agus mengajak Puan melihat ke papan sasaran. Sayangnya, hanya satu proyektil peluru pistol Puan yang bersarang di lingkaran terluar papan sasaran. Sedangkan papan sasaran Agus tampak bolong-bolong, salah satunya tepat di tengah lingkaran. "Wah, Bapak KSAU sih sudah biasa menembak tepat sasaran," kata Puan memuji.

Menteri Puan mengatakan puas dengan latihan menembak singkat itu. Dia merasa ketagihan menambak dengan pistol. "Pingin lain kali datang lagi ke sini, menembak lagi," kata Puan sambil tertawa.

INDRA WIJAYA



Komentar

Baca Juga