free stats

Puan Heran Jarang Dapat Tepuk Tangan Saat Pidato  

Sabtu, 09 Mei 2015 | 14:11 WIB
Puan Heran Jarang Dapat Tepuk Tangan Saat Pidato  
Puan Maharani disambut siswa saat mengunjungi SD Kartika X -3, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Rabu 28 Januari 2015. Kunjungan Puan, dalam rangka untuk penyuluhan rajin minum susu, cuci tangan pakai sabun, serta meninjau berbagai fasilitas yang ada di sekolah. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan Puan Maharani mengatakan kerap mendapat sambutan yang kurang meriah jika sedang berpidato di depan masyarakat atau di berbagai acara resmi. Salah satu contoh, Puan jarang dapat sambutan tepuk tangan dari masyarakat atau peserta acara saat pidato. 

"Kalau pidato, tidak ada yang tepuk tangan atau ketawa kalau belum saya minta," kata Puan di sela-sela olahraga pagi bersama Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna di Markas Komando Pertahanan Udara Nasional, Halim, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2015. Walhasil, Agus dan jajaran TNI AU tertawa setelah mendengar curahan hati Puan. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu pun ikut larut dalam tawa canda tersebut.

Puan pun tak mau mempersoalkan minimnya sambutan tepuk tangan ketika pidato. Menurut dia, masyarakat masih kaku jika bertemu dengannya. "Masyarakat belum biasa melihat Menteri Koordinator seorang perempuan," kata Puan sambil tersenyum.

Selain Puan, hadir pula Menteri Pendidikan Nasional Anies Baswedan, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, serta sejumlah rektor universitas negeri dan swasta. KSAU Agus Supriatna sengaja mengundang mereka untuk merayakan hari pendidikan nasional dengan melakukan kegiatan olahraga bersama. 



Acara pagi ini dimulai dengan senam aerobik dan jalan santai mengelilingi kompleks Markas Kohanudnas. Selanjutnya, Marsekal Agus mengajak para menteri dan rektor untuk latihan menembak dengan pistol di lapangan tembak Kohanudnas. 

Menteri Puan tampak sangat senang ketika menjajal pistol SPS buatan Spanyol di lapangan tembak. Dia membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk berlatih memegang pistol dengan benar dan membidik sasaran berjarak 20 meter secara tepat. Usai menembak, Puan mengaku ketagihan. 

"Pengin lain kali datang lagi ke sini, menembak lagi," kata Puan sambil tertawa.

INDRA WIJAYA



Komentar

Baca Juga