free stats

KAI Kampanyekan Cinta Kereta Api Kepada Anak-anak  

Senin, 19 Oktober 2015 | 19:10 WIB
KAI Kampanyekan Cinta Kereta Api Kepada Anak-anak  
TEMPO/Nita Dian

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama komunitas pecinta kereta api, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) menggelar kampanye sosialisasi cinta kereta api di sekolah-sekolah di Bekasi, Senin, 19 Oktober 2015.

"Kita pilih sekolah SDN Mekarsari 01/02 dan SMK Budi Perkasa di Tambun, Bekasi karena lokasinya dekat dengan rel kereta api yang tercatat paling sering terjadi insiden pelemparan batu ke kereta," kata bagian humas IRPS Ifan Triyanto di Bekasi, Senin, 19 Oktober 2015.

Cara sosialisasi dikemasi menarik dengan penyuluhan yang dipadukan dengan berbagai permainan menarik dan pemutaran video para korban pelemparan, salah satunya adalah masinis yang matanya buta karena cidera akibat pelemparan batu.

Menyaksikan video para korban dan aksi teatrikal yang dibawakan para anggota IRPS di dalam kelas membuat anak-anak mengaku kapok melakukan pelemparan kereta api.



"Saya sedih melihat pak masinis bisa sampai buta karena terlempar batu. Saya janji tidak akan lagi melempari kereta dengan batu," kata Abdul Rizky (10), siswa kelas V SDN Mekarsari 02.

Rizky mengaku iseng melempari kereta yang sering melintas di rel belakang sekolah karena "ikut-ikutan teman".

"Saya cuma ikut-ikutan teman yang lempar batu ke kereta, batunya juga kerikil kecil-kecil. Kadang-kadang kita juga pakai es batu, tapi sekarang nyesel. Saya tidak mengira akan membuat orang terluka," kata Rizky.

Sementara pihak sekolah SD tempat Rizky belajar mengaku tidak tahu menahu soal tindakan anak didiknya.

"Kami terkejut tahu soal ini, karena kami para guru terus terang tidak bisa mengawasi murid-murid 24 jam. Kami tidak bisa mencegah, namun setelah ini kami akan mengajari anak-anak kami lebih baik dan mengambil langkah berikutnya," kata kepala sekolah SDN 02 Mekarsari, Edi Sugardi.

Hampir 60 persen anak-anak SD mengangkat tangan saat ditanya apakah mereka pernah melempari kereta dengan batu.

Sejak bulan Mei hingga Agustus 2015 telah terjadi delapan peristiwa pelemparan dengan dampak mulai dari pecah kaca hingga korban terluka parah.

"Dengan edukasi dan sosialisasi seperti ini, kami berharap anak-anak, sebagai pelaku yang paling sering melakukan pelemparan, menjadi lebih cinta kereta api. Kalau cinta sudah timbul maka mereka tak akan lagi merusak," kata Ifan.

Sosialisasi dan edukasi cinta kereta api di sekolah-sekolah sudah dilakukan beberapa kali oleh IRPS dan PT KAI. Dalam setahun, ditargetkan kegiatan akan dilakukan dua kali.

ANTARA



Komentar

Baca Juga