free stats

Inilah Ekspor Unggulan Indonesia ke MEA

Kamis, 07 Januari 2016 | 18:33 WIB
Inilah Ekspor Unggulan Indonesia ke MEA
Ilustrasi M.E.A. (Masyarakat Ekonomi Asean)/ Asean Economic Community. Emaze.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tahun 2016 menandai berlakunya sebuah era baru, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Barang dan jasa dari seluruh negara anggota ASEAN ditambah akan lebih bebas untuk masuk ke Indonesia, begitu juga sebaliknya ekspor barang dan jasa Indonesia ke negara-negara tersebut lebih bebas. Nantinya, kawasan perdagangan bebas ini juga akan diperluas ke Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

Kementerian Perdagangan optimis ekspor Indonesia bisa semakin melesat di era MEA ini. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Oktober 2015 terlihat bahwa neraca perdagangan non migas Indonesia ke kawasan ASEAN surplus US$ 1,6 miliar. "Ini sangat bagus mengingat tahun sebelumnya yang defisit US$ 1,02 miliar," kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak di Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.



Nus menyatakan, jajarannya telah melakukan pemetaan dan menyiapkan sejumlah produk yang menjadi andalan Indonesia dalam menghadapi persaingan di MEA.‎ "Ada beberapa produk ekspor utama dan prospektif ke kawasan ASEAN plus Cina, Jepang dan Korea Selatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir," ujarnya.

Kawasan ASEAN misalnya, ekspor produk kimia dalam lima tahun terakhir trennya naik 9.88 persen, otomotif naik 14.55 persen, mesin–mesin naik 5.81 persen, dan makanan Olahan naik 12.67 persen. Selain itu, produk tekstil, perhiasan, rempah, kopi dan udang pun trennya naik antara 5 sampai 28 persen.



Sementara untuk menyasar pasar Cina, Jepang dan Korea, Indonesia akan mengandalkan produk kayu termasuk kertas dan perabot, bahan kimia, tekstil, makanan olahan, otomotif, alas kaki, plastik, produk perikanan, kulit, kopi d rempah.

Untuk semakin menggenjot ekspor Indonesia, Nus menambahkan, Kementerian Perdagangan juga telah membuka AEC (ASEAN Economic Community) Centre yang bertujuan memberikan informasi peluang pasar untuk  tiap-tiap produk pada segenap pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah daerah, pelaku bisnis, akademisi dan masyarakat umum. "Kementerian Perdagangan juga akan terus mengupayakan promosi atas produk-produk andalan tersebut," katanya.

PINGIT ARIA



Komentar

Baca Juga