free stats

Warga Bojonegoro Dukung Bupatinya Menantang Ahok

Selasa, 16 Februari 2016 | 21:38 WIB
Warga Bojonegoro Dukung Bupatinya Menantang Ahok
Bupati Bojonegoro Suyoto, Direktur Micro dan Retail Banking Bank Mandiri Budi G Sadikin, Direktur Utama PT Multi Agro Hari Sulistyono dan Deputi Meneg BUMN Bidang Usaha Perbankan dan Jasa Keuangan parikesit Suprapto seusai penandatanganan kerjasama d

TEMPO.CO, Bojonegoro -- Warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyambut baik usulan Dewan Pimpinan Pusat Parta Amanat Nasional (DPP-PAN) mencalonkan Bupati Suyoto untuk Pemilihan Gubernur DKI 2017 mendatang. ”Suyoto ibarat orang paket komplit,” ujar Helly Suhardjono,39 tahun, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro,  Selasa 16 Februari 2016.

Pengusaha di bidang makanan di Bojonegoro ini, menggambarkan Suyoto sebagai orang cerdas, sederhana, tokoh penggerak, dan pekerja keras. Dia menyebutkan, di saat awal mencalonkan Bupati Bojonegoro tahun 2008-2013,  Suyoto bersama Setyo Hartono yang kini Wakil Bupati Bojonegoro diposisikan sebagai calon pupuk bawang alias tidak diunggulkan. Apalagi ketika itu, dua pasangan calon lain, semuanya inkumben, yaitu Santoso dan M Talhah.

Selain calon tidak diunggulkan, dukungan partai politik juga minim, yaitu bisa memenuhi syarat tujuh kursi. Yaitu dari PAN, PNBK dan PPP—dimana di Bojonegoro masuk kategori partai dengan perolehan suara kecil. Bandingkan dengan dua pasangan calon lain, yang punya prosentase perolehan suara di parlemen menguasai lebih dari 70 persen. “Secara mengejutkan, Pak Yoto menang,” kata Helly Suhardjono. Dia menambahkan, untuk periode kedua tahun 2013-2018, pasangan Suyoto-Setyo Hartono, juga berhasil unggul, dengan perolehan suara di atas 40 persen.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Bojonegoro-Tuban (Dapil IX), Kuswiyanto mengatakan, Bupati Suyoto sekarang ini ibarat gadis cantik yang banyak dilirik orang. Kemampuannya, tak hanya di tingkat lokal, tapi juga dikenal di mancanegara. Di tingkat lokal misalnya, Suyoto dianggap bisa mengatasi banjir luapasan Bengawan Solo, dan juga sukses dengan peternakan sapi. “Daerah banjir disulap jadi daerah pariwisata air,” ujarnya pada Tempo Selasa 16 Februari 2016.



Menurut Kuswiyanto, Suyoto dalam dua tahun belakangan ini, kerap diundang sebagai dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Luar Negeri. Di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, Amerika, Rusia, dan Roma Italia. Materinya, soal sosial ekonomi, dan politik. “Tapi, kalau pulang kampung, Pak Yoto, juga suka bertani,” imbuhnya. Jadi, kata dia, warga Bojonegoro menyambut gembira jika Suyoto yang anak desa di Bojonegoro, dicalonkan di Pemilihan Gubernur DKI.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengumumkan kandidat baru calon gubernur DKI dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada 2017 mendatang yang akan didukung PAN. Nama itu adalah Suyoto, Bupati Bojonegoro yang menjabat selama dua periode.

"Saya lagi launching, satu ada namanya Suyoto, Bupati Bojonegoro yang prestasi top," kata Zulkifli seusai menghadiri pertemuan dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Senin, 15 Februari 2016.

Menurut dia, nama Suyoto muncul karena prestasinya di bidang pendidikan dan ekonomi selama menjabat sebagai bupati. Suyoto menjabat sebagai bupati Bojonegoro pada perode 2008-2013 serta 2013-2018, bersama Wakilnya Setyo Hartono. Suyoto juga sempat diundang menjadi pembicara di Global Forum di New York.


SUJATMIKO



Komentar

Baca Juga