free stats

M. Sanusi Ditangkap KPK Terkait Pembahasan Perda Reklamasi?  

Jum'at, 01 April 2016 | 09:53 WIB
M. Sanusi Ditangkap KPK Terkait Pembahasan Perda Reklamasi?  
Ruang pimpinan komisi D DPRD Gedung Lama yang disegel KPK, Jakarta, 1 April 2016. (TEMPO/MAWARDAH)

TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Muhammad Sanusi, dalam sebuah operasi tangkap tangan. Menurut informasi dari sejumlah penegak hukum, Sanusi diduga menerima suap untuk memuluskan rancangan peraturan daerah mengenai reklamasi di Teluk Jakarta dari pengembang.

Sanusi adalah Ketua Komisi D di DPRD DKI. Komisi D bertugas membidangi pembangunan. Saat ini Komisi D sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir Pantai Utara (RZWP3K) serta revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura Jakarta.

BACA: Jika Terbukti Terima Suap, Gerindra Bakal Pecat M. Sanusi

Pembahasan peraturan daerah ini masih maju-mundur karena pemerintah DKI masih tak sepakat dengan keinginan DPRD. Selain itu, sejumlah nelayan gencar memprotes rencana reklamasi tersebut karena mengancam mata pencarian mereka.



Ketua KPK Agus Rahardjo menolak menjelaskan secara detail kasus ini. Tapi ia membenarkan bahwa KPK telah menangkap seorang anggota DPRD DKI. Adapun Ketua Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan kabar bahwa Sanusi telah berada di kantor KPK. "Kami sudah dengar berita tersebut, tentu kami merasa prihatin, yang bersangkutan sedang diperiksa di KPK," ujarnya saat dihubungi, Jumat, 1 April 2016.

BACA: Anggota DPRD Ditangkap: Pria Mirip Sanusi Gerindra Ada di KPK

KPK meringkus enam orang pada Kamis, 31 Maret 2016. Satu di antaranya anggota DPRD DKI Jakarta, yakni MS, yang diduga M. Sanusi, kader Partai Gerindra. Setelah “menggulung” anggota DPRD, KPK menyegel sejumlah ruangan di DPRD DKI Jakarta. Ruangan yang disegel di antaranya ruangan pimpinan Komisi D, ruangan Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik, dan ruangan kontrol CCTV.

ANTON APRI | LINDA TRIANITA | GHOIDA RAHMAH



Komentar

Baca Juga