free stats

Beijing Operasikan Mercusuar Setinggi 55 Meter di Laut Cina  

Kamis, 07 April 2016 | 04:19 WIB
Beijing Operasikan Mercusuar Setinggi 55 Meter di Laut Cina  
Foto satelit pembangunan menara radar di salah satu pulau di Laut Cina Selatan yang dirilis oleh Asian Maritime Transparency Initiative, pada 23 Februari 2016. Tiongkok membangun sistem radar di beberapa pulau yang diklaimnya. REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe

TEMPO.COJakarta - Cina mulai mengoperasikan mercusuar setinggi 55 meter yang dibangun di salah satu pulau buatan di Laut Cina Selatan. Pulau ini berada di perairan yang diklaim milik Cina, dan tahun lalu kerap dilalui kapal perang Amerika Serikat.

Selain Cina, perairan itu diklaim juga oleh pemerintah Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Ini perairan yang ramai dilalui kapal dagang dengan nilai mencapai triliunan dolar Amerika setiap tahunnya. 

Seperti dilansir Channel News Asia, Kementerian Transportasi Cina pada Rabu, 6 April 2016, menggelar upacara menandai dimulainya operasi mercusuar di Subi Reef.

Menurut pejabat Transportasi Cina, mercusuar tersebut memancarkan cahaya putih pada malam hari. Bangunan ini mampu menyediakan layanan navigasi yang efisien, seperti referensi posisi, panduan rute, dan informasi keselamatan navigasi untuk kapal. Selain itu, dapat meningkatkan manajemen navigasi dan tanggap darurat.



Subi Reef adalah sebuah pulau buatan yang dibangun Cina selama setahun sejak Oktober 2015. Sebelum Cina mengubahnya menjadi sebuah pulau, Subi tenggelam pada saat pasang. 

Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, batas 12 mil laut tidak dapat diatur di sekitar pulau buatan yang dibangun di atas karang yang sebelumnya terendam.

Cina mengatakan banyaknya konstruksi di Laut Cina Selatan dirancang memenuhi kewajiban internasionalnya dalam hal keselamatan maritim, pencarian, dan penyelamatan, serta penelitian ilmiah.

Saat awal pembangunannya pada Oktober lalu, kapal penghancur rudal USS Lassen berlayar sekitar 12 mil laut dari Subi Reef. Ini sempat membuat Cina panas.

Selain di Subi, Cina memiliki proyek mercusuar pada dua terumbu lain di daerah tersebut, yakni Cuarteron Reef dan Johnson South Reef.

CHANNEL NEWS ASIA|YON DEMA



Komentar

Baca Juga