free stats

Jokowi Buka Suara tentang Isu Serbuan Tenaga Kerja Cina

Selasa, 27 Desember 2016 | 15:54 WIB
Jokowi Buka Suara tentang Isu Serbuan Tenaga Kerja Cina
Presiden Jokowi meninjau proyek pembangunan Bendungan Kuwil di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, 27 Desember 2016. Proyek ditargetkan selesai pada 2019. Foto Aditya Budiman/Tempo.

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan isu bahwa Indonesia kebanjiran tenaga asing ilegal, terutama dari Cina, adalah fitnah yang tidak boleh dipercaya begitu saja. Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung yang digelar di Tampaso, Minahasa, Selasa, 27 Desember 2016.

”Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak,” kata Presiden.

Baca: Takut Banjir Pekerja Cina, Buruh Tuntut Bebas Visa Dicabut

Jokowi menyatakan saat ini banyak diisukan tenaga kerja asing dari Cina masuk ke Indonesia hingga jumlahnya mencapai 10 juta bahkan 20 juta orang. “Informasi yang saya terima jumlahnya 21 ribu itu iya. Itu pun keluar dan masuk karena kita banyak hal-hal yang kita belum siap yang harus dipasang. Tapi, kalau kita sudah siap, kita pakai tenaga kerja sendiri,” ujarnya.



Presiden mencontohkan, di PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 serta di PLTP Ulubelu Lampung Unit 3, tenaga kerja asing hanya datang sebentar pada awal-awal proyek dioperasikan.

Selanjutnya, para pekerja asing tersebut akan membantu mempersiapkan, melakukan setting awal, serta menyiapkan sampai terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja di Tanah Air. “Setelah itu, mereka pulang karena mereka juga lebih senang bekerja di negara sendiri. Dipikir kerja di sini mereka senang? Mereka senang di negara mereka sendiri dekat dengan keluarga, dan gaji di sana lebih tinggi,” katanya.

Baca: Diduga Pekerja Ilegal, 4 Warga Cina Ditolak Masuk Indonesia

Presiden menilai isu yang beredar tentang tenaga kerja asing ke Indonesia tidak logis karena upah bekerja di Indonesia rata-rata Rp 1,5–3 juta, sedangkan di Cina di atas Rp 5 juta.

“Mereka ada di sini tapi di awal-awal dalam sebuah proyek karena kita belum tahu teknologinya, pengalamannya mengenai itu juga belum ada, dan ujungnya yang dapat manfaatnya misalnya di PLTP Lahendong dan Ulubelu adalah masyarakat, adalah kita,” katanya.

Presiden mengungkapkan, dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 ini bisa menyuplai listrik bagi 20 ribu rumah di Sulawesi Utara, sedangkan dari PLTP Ulubelu Unit 3 didapatkan manfaat kini kebutuhan listrik di Lampung sudah terpenuhi.

ANTARA






Komentar

Baca Juga