free stats

Mandiri Online Ditargetkan Raih 2,5 Juta Pengguna Aktif Tahun Ini

Selasa, 21 Maret 2017 | 18:46 WIB
Mandiri Online Ditargetkan Raih 2,5 Juta Pengguna Aktif Tahun Ini
Kantor pusat Bank Mandiri. REUTERS/Iqro Rinaldi

TEMPO.CO, Jakarta - Senior Vice President Digital Banking and Financial Inclusion Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji mengatakan layanan Mandiri Online saat ini telah digunakan oleh 8 juta pengguna. Namun, hanya 1,8 juta pengguna yang aktif. Akhir tahun ini, Rahmat berharap pengguna aktif Mandiri Online ditargetkan mencapai 2,5 juta pengguna.

"Harapannya, yang aktif ini bisa menjadi nasabah loyal dan menjadi penopang dari bisnis ritel Mandiri. Kami ingin semua transaksi yang sifatnya non tunai geser ke ATM dan ATM geser ke Mandiri Online," kata Rahmat dalam peluncuran layanan Mandiri Online di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017.

Menurut Rahmat, layanan Mandiri Online dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi fee-based income (FBI) perseroan. Pada 2016, Mandiri membukukan FBI hingga Rp 2,5 triliun. Dari jumlah tersebut, layanan Mandiri Online menyumbang sekitar Rp 300 miliar. "Tahun ini kami targetkan Rp 500-600 miliar," ujarnya.

Baca: Mandiri Online Gabungkan Layanan Internet dan Mobile



Rahmat menuturkan, layanan yang merupakan gabungan Mandiri Internet dan Mandiri Banking ini telah mencatatkan volume transaksi rata-rata sebesar Rp 60 triliun per bulan. Adapun jumlah transaksi rata-rata setiap bulannya mencapai 145 juta transaksi. Sebagian besar transaksi merupakan enquiry atau pengecekan saldo.

Senior Executive Vice President Chief Technology Officer Bank Mandiri Joseph Georgino Godong berujar, pengembangan layanan Mandiri Online menelan biaya hingga Rp 100 miliar. Namun, biaya transaksi dapat diturunkan hingga di bawah Rp 500 per transaksi. "Jauh lebih murah dari transaksi di ATM atau cabang yang masih ribuan per transaksi," ujar Joseph.

Simak: Mandiri Sekuritas Luncurkan Layanan Reksa Dana Online

Ke depan, Rahmat berharap, seluruh pengguna Mandiri Internet dan Mandiri Mobile bermigrasi ke Mandiri Online. "Kalau semua nasabah sudah pindah ke Mandiri Online, kami akan matikan (Mandiri Mobile) maksimal dalam enam bulan. Kalau tidak dipaksa, nasabah tidak ada rangsangan untui pindah ke Mandiri Online," tuturnya.

Hari ini, Bank Mandiri meluncurkan layanan Mandiri Online yang mengintegrasikan layanan Mandiri Internet dan Mandiri Mobile. Layanan ini memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi mengenai seluruh produk perbankan yang dimilikinya dan melakukan aktivitas transaksi keuangan secara real-time.

Untuk mendapatkan layanan ini, nasabah dapat mendaftarkan diri dan mengaktifkan layanan transaksi finansial di kantor cabang Mandiri. Syaratnya, nasabah harus membawa identitas diri, buku tabungan, dan kartu ATM. Setelah mendaftar, nasabah harus melakukan aktivasi online pada aplikasi atau website Mandiri Online.

ANGELINA ANJAR SAWITRI



Komentar

Baca Juga