free stats

Pusat Inovasi Apple di BSD City Beroperasi Mei 2017

Minggu, 02 April 2017 | 13:11 WIB
Pusat Inovasi Apple di BSD City  Beroperasi Mei 2017
Apple. REUTERS/Mike Segar

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik rencana Apple Inc yang akan membangun pusat inovasi dengan memenuhi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut melihat terdapat potensi pasar yang besar di Tanah Air.

“Kami memberikan apresiasi terhadap upaya Apple karena mendukung kebijakan pemerintah mengenai peningkatan kandungan lokal, inovasi, dan investasi yang akhirnya berbuah hasil,” ujar Airlangga usai bertemu dengan Direktur South Asia
Apple Michel Coulomb seperti dikutip dari rilisnya, Minggu 4 April 2017.

Baca: Semester Pertama, Apple Mulai Bangun Pusat Riset di ...

Airlangga berujar, pusat penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) center Apple yang pertama di Indonesia akan berlokasi di BSD City, Tangerang. “Saat ini, mereka masih dalam tahap persiapan desain dan konstruksi dari beberapa fasilitas yang dibangun,” tuturnya.



R&D Center tersebut, menurut Airlangga, ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2017. Sebanyak 400 tenaga kerja lokal bakal terserap dengan dibangunnya R&D Center itu. “Mereka juga bekerja sama dengan universitas yang di sana. Tahap pertama, mereka menggandeng Universitas Bina Nusantara,” katanya.

Selain itu, Airlangga menambahkan, Apple akan memberikan program pelatihan untuk menghasilkan tenaga pengajar di pusat riset itu. Program ini akan mengembangkan aplikasi berbasis lingkungan atau Apple Environment yang dapat dimanfaatkan pelaku industri. “Aplikasinya nanti juga bisa digunakan untuk enterprise,” ujarnya.



Baca: KPPU : Tarif Batas Bawah Taksi Online Cuma di Masa Transisi

Rencananya, menurut Airlangga, akan terdapat dua R&D Center lagi yang dibangun Apple di Indonesia, satu di Jawa dan yang lainnya di Sumatera Utara. Berdasarkan data kementerian, nilai investasi yang ditanamkan Apple untuk membangun
pusat inovasi tersebut mencapai sebesar US$ 44 juta atau sekitar Rp 586 miliar.

ANGELINA ANJAR SAWITRI




Komentar

Baca Juga