free stats

Kejiwaan Pembunuh Satu Keluarga di Medan Diperiksa, Apa Hasilnya?  

Jum'at, 21 April 2017 | 19:32 WIB
Kejiwaan Pembunuh Satu Keluarga di Medan Diperiksa, Apa Hasilnya?  
Andi Lala salah seorang pembunuh satu keluarga di Medan ditangkap polisi di perbatasan Rengat - Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Sabtu 15 April 2017. Dok. instagram @poldasumaterautara

TEMPO.CO, Medan – Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyimpulkan kesehatan Andi Lala, tersangka pembunuh lima orang—satu keluarga—di Medan, dalam keadaan baik.

Andi Lala menjalani pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan sejak Kamis, 20 April 2017. “Untuk kondisi kesehatannya hari ini, Jumat, 21 April 2017, dalam kondisi baik,” kata Kepala Biddokes Polda Sumatera Utara dokter Komisaris Besar Sahat Harianja kepada Tempo, Jumat petang.

Baca juga: Pelarian Sia-sia Andi Lala Si Pembunuh Sadis Satu Keluarga di Medan

Menurut Sahat Harianja, inilah hasil pengecekan kesehatan yang dilakukan oleh tim Biddokkes:



1. Keadaan umum baik
2. Tekanan darah normal
3. Pernapasan normal
4. Denyut nadi baik
5. Kondisi kesehatan dalam keadaan aman dan baik

Mengenai kondisi kejiwaan Andi Lala, Harianja belum mau membukanya. “Kalau kejiwaan nanti saja, pasti akan disampaikan,” ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Komisaris Besar Nurfallah mengatakan pemeriksaan kejiwaan Andi Lala penting untuk mengungkap lebih dalam faktor pemicu Andi Lala tega membunuh satu keluarga di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kota Medan; serta satu orang bernama Suherwan, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang, yang dibunuh dengan alat penumbuk tradisional (alu).

”Pemeriksaan kejiwaan perlu dilakukan sebagai bahan analisis deteksi dini faktor pendorong tindak kejahatan pembunuhan yang dilakukannya,” kata Nurfallah.

Nurfallah menjelaskan, pemeriksaan kejiwaan Andi Lala dilakukan sejak kemarin. Namun hasilnya belum dikeluarkan Biddokes. “Saya rasa belum disampaikan Biddokes kepada kami,” katanya.

Menurut dia, pemeriksaan kejiwaan Andi Lala tidak akan mempengaruhi proses hukum atas dua kasus pembunuhan yang menjeratnya. Pemeriksaan kejiwaan itu juga atas adanya fakta sadistis yang terungkap dari hasil pengembangan kasus oleh penyidik Polda Sumatera Utara.

SAHAT SIMATUPANG






Komentar

Baca Juga