free stats

Pekan Kontak Tani Nelayan Ditutup, Peserta Agar Pelopori Daerah

Kamis, 11 Mei 2017 | 14:57 WIB
Pekan Kontak Tani Nelayan Ditutup, Peserta Agar Pelopori Daerah
Seorang petani menandur padi dipersawahan Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, (3/4). Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Selatan meminta pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras untuk tahun ini, TEMPO/Kink Kusuma Rein.

TEMPO.CO, Banda Aceh - Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-15 di Banca Aceh yang dibuka Presiden Joko Widodo berakhir hari ini, Kamis 11 Mei 2017. Petani dan nelayan yang menjadi peserta diharapkan menjadi pelopor pertanian dan perikanan di wilayahnya masing-masing.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KTNA, Winarno saat menutup kegiatan nasional tersebut di stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. "Sepulang dari Aceh, para petani dan nelayan untuk jadi pelopor bagi petani dan nelayan lainnya di semua daerah di Indonesia," kata dia.
Baca : Jokowi Buka Pekan Nasional KTNA, Mentan: Kelak Kita Ekspor Pangan

Dia juga meminta kepada petani dan nelayan seluruh Indonesia untuk tetap menjaga kualitas semua produk agar mampu  bersaing sebagai produk unggulan.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa Provinsi Aceh menjadi juara umum dalam Penas KTNA ke-15. Hadiahnya, diserahkan dua voucher hand tranctor karya anak bangsa yang diterima langsung oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. 



Sementara itu Sekjen Kementerian Pertanian RI, Hari Priyono menyebutkan bahwa bidang kelautan dan pertanian merupakan ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan kedaulatan pangan. Program yang dibuat pemerintah, ujarnya sangat bermanfaat bagi kedua bidang itu, yang dibuktikan dengan peningkatan pada produksi komoditi seperti beras.

"Kita sangat mengharapkan peran aktif seluruh petani dan nelayan untuk menyongsong peran pembangunan di Indonesia," ujar Priyono.

Atas nama Kementerian Pertanian, Priyono berterima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah menjadi tuan rumah yang sangat baik bagi puluhan ribu tamu yang hadir di Aceh. 

Priyono berharap spirit Penas Aceh bisa menjadikan para petani dan nelayan untuk lebih semangat dalam membangun ekonomi di daerah masing-masing. 

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, menyebutkan Penas KTNA telah berhasil mempersatukan pelaku pertanian dari seluruh Indonesia dan beberapa negara lainnya. 
Simak juga : Kunjungan Kerja Lintas Nusantara, Ini Rute 5 Hari Presiden Jokowi

"Penas juga menjadikan pengetahuan dan pengalaman kita bertambah. Di tahun 2019 diharapkan Indonesia menjadi negara mandiri dan berdaulat dalam hal pertanian dan kelautan," ujar Zaini.

"Semoga petani dan nelayan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menjadi salah satu penggerak ekonomi bangsa," sambung Zaini Abdullah. Penas KTNA di Banda Aceh dihadiri oleh 38.000 peserta dimulai sejak 6 Mei 2017. Presiden Joko Widodo membuka langsung acara skala nasional tempat mempertemukan petani dan nelayan andalan dari seluruh Indonesia.

ADI WARSIDI



Komentar

Baca Juga