free stats

Tito Karnavian Heran 1 Ton Sabu Sabu Melenggang ke Jakarta  

Senin, 17 Juli 2017 | 04:16 WIB
Tito Karnavian Heran 1 Ton Sabu Sabu Melenggang ke Jakarta  
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan (tengah) saat rilis pabrik pembuatan narkoba di Cakung, Jakarta 24 Januari 2017. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkoba dengan tersangka seorang WNA Hongkong. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bandar narkoba yang mencoba menyuplai ke Indonesia tak akan diberi ampun. Mereka dipastikan bakal ditangkap dan akan mendapat hukuman berat. "Yang kami lakukan sekarang adalah memotong suplai, yaitu penangkapan dan penegakan hukum dengan keras," kata Tito di Jakarta, Minggu, 16 Juli 2017.

Menurut Tito, prinsip bandar narkoba seperti rantai makanan: ada suplai dan permintaan. Bandar besar narkoba ibarat sebuah jantung. Jika bandar besar bisa diringkus, maka jaringannya mudah diungkap, berikut suplainya. "Seperti sabu-sabu sebanyak satu ton, bandarnya warga negara Taiwan dan sudah diselesaikan (tembak), bagus," kata Tito.

Baca: BNN Tegal Sinyalir Narkoba Masuk Lewat Pelabuhan Kecil

Penembakan terhadap bandar sabu-sabu sebanyak satu ton, menurut Tito, dapat dijadikan peringatan keras. "Ini peringatan kepada warga negara asing jangan coba-coba membawa narkoba ke Indonesia, meracuni Indonesia."



Kepolisian RI, kata Tito, sudah melakukan banyak hal untuk memberantas peredaran narkoba. Tito juga ingin memotong permintaan pasar. Namun, polisi tidak bisa berjalan sendiri. Polisi membutuhkan peran masyarakat, termasuk tokoh agama dan keluarga. "Masalah narkoba pekerjaan banyak pihak, bukan hanya pemerintah."

Tito Karnavian menambahkan, sabu-sabu satu ton yang dimusnahkan beberapa hari lalu dikirim menggunakan kapal pesiar. Kapal itu berlabuh di kawasan Anyer, Banten. Tito mengaku heran kenapa bisa lolos dari Taiwan masuk Jakarta dengan melenggang bebas. "Kok bisa kapal Taiwan masuk dekat Jakarta, nerobos Jawa, ke Anyer, ke Selat Sunda, kok bisa lolos?"

AVIT HIDAYAT

Video Terkait:
Dikawal Polisi, Penyelundup Sabu 1 Ton Tiba di Jakarta









Komentar

Baca Juga