Cara Unik Ubur-ubur Menyengat: Pakai Jarum Berkecepatan Tinggi

Senin, 17 Juli 2017 | 08:35 WIB
Cara Unik Ubur-ubur Menyengat: Pakai Jarum Berkecepatan Tinggi
Ubur-ubur (Medusozoa). (Popular Science)

TEMPO.CO, Tel Aviv - Ubur-ubur menyengat tubuh dengan cara yang unik. Dalam beberapa detik, kulit terasa panas dan pedih dengan memberikan reaksi kemerahan di sekitar sengatan. Untungnya, sebagian besar jenis ubur-ubur tidak mematikan dan sengatan dapat disembuhkan dalam waktu relatif cepat.

Namun bagaimanakah makhluk yang tanpa otak ini memliki kemampuan untuk memberi kesakitan yang luar biasa? Ubur-ubur merupakan keluarga dari filum Cnidaria yang merupakan kelompok hewan ubur-ubur, karang, dan ular naga.

Mayoritas hewan ini memiliki nematocysts, yang merupakan kapsul berisi semacam jarum suntik yang penuh dengan racun. Racun ini bisa ditembak dari tubuhnya pada kecepatan tinggi. Jarum tersebut dapat menembus kulit udang, ikan, sampai tubuh manusia.

Baca: Ada Rahasia Unik di Balik Warna Kembang Api, Apa itu?



"Ketika ada perubahan kimia dari lingkungan sekitar, ada tekanan yang meningkat di dalam kapsul. Jarum itu lalu dikeluarkan pada percepatan lebih dari 180 juta kilometer per jam yang merupakan seratus kali percepatan peluru senapan," kata peneliti Uri Shavit, seperti dikutip dari laman berita Popular Science.

Bersama kolega dari Universitas Haifa dan Institut Teknologi Technion-Israel, Shavit merancang sebuah eksperimen untuk memahami bagaimana mekanisme jarum tersebut bergerak dalam air. Hasil eksperimennya dipublikasikan di Journal of the Royal Society Interface.

Penelitian sebelumnya mengusulkan bahwa kapsul tersebut mendapatkan tekanan dari potensi osmotik. Struktur kecil unik yang hanya 10 mikron memanfaatkan berbagai perbedaan sifat kimia air laut di luar tubuh dan air yang ada di dalam tubuh. Perbedaan sifat tersebut menghasilkan sebuah tekanan untuk menembak jarum itu pada kecepatan tinggi.

Baca: Riset Unik Soal Telur Burung: Berevolusi 360 Juta Tahun

Studi baru namun menemukan bahwa tidak hanya kapsulnya saja yang menggunakan potensi osmotik, namun juga diterapkan pada struktur jarumnya. Di dalam sebuah mikroskop, peneliti memantau bagian nematocysts dari ubur-ubur Nomad sedang berenang di air ke air, dan kemudian ke solusi minyak.

Minyak tidak memiliki potensi osmotic untuk dimanfaatkan oleh ubur-ubur, maka jarum yang dikeluarkan oleh hewan itu berjalan tiga kali lebih lambat dibandingkan di air. Artinya, jarum tersebut tidak ditembak oleh tubuhnya namun seperti dibawa oleh arus air.

Memahami cara unik ubur-ubur menggunakan sengatan untuk membela dirinya dapat membantu ahli biologi untuk memahami hewan lain dalam membela diri. Bahkan, ilmu tersebut dapat diaplikasikan ke kehidupan manusia.

Baca: Berikut 6 Aturan Kerja Unik di Berbagai Negara

Penulis lain dari ahli Biologi Tamar Lotan sedang mencari cara agar sengatan dari ubur-ubur dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Salah satu perusahaan rintisan Nidaria, memproduksi sunscreen unik untuk melindungi manusia dari sengatan ubur-ubur.

Perusahaan lain yang ikut didirikan oleh Lotan, Montery Bay Labs, sedang membuat gel yang mengkooptasi nematocysts dari laut untuk me mentransfer obat. Gel tersebut akan menyebarkan jarum suntikan ke sulit dibandingkan menusuk diri dengan jarum suntikan.

Para penulis menyatakan bahwa penelitian tersebut tentang biomekanik ubur-ubur dapat digunakan untuk pembuatan nanotube osmotik. Tabung tersebut dapat diaplikasikan ke bidang medis atau bahkan untuk menghasilkan listrik.

Baca: Ahli Matematika Temukan Cara Unik Memotong Pizza

Simak berita sains unik lainnya hanya di kanal Tekno Tempo.co.

POPULAR SCIENCE | JOURNAL OF THE ROYAL SOCIETY INTERFACE | PUTRI THALIAH | AMRI MAHBUB



Komentar

Topik

Baca Juga