free stats

Pertamina Gelontorkan Elpiji 3 Kg 6.160 Tabung ke Solo

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 21:54 WIB
Pertamina Gelontorkan Elpiji 3 Kg 6.160 Tabung ke Solo
Ilustrasi kelangkaan gas elpiji 3Kg. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Solo - PT Pertamina (Persero) menggelar operasi pasar elpiji ukuran 3 kilogram di Solo, Sabtu 12 Agustus 2017. Operasi pasar digelar dengan menggelontorkan 6.160 tabung elpiji melon di 11 titik.

Area Manager Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Andar Titi Lestari mengatakan operasi pasar digelar menindaklanjuti isu kelangkaan elpiji di daerah itu. "Kami memastikan pasokan elpiji ukuran 3 kilogram lancar," katanya.

Baca juga: Djarot Imbau PNS Tidak Gunakan Tabung Gas 3 Kilogram



Operasi pasar itu digelar serentak di Kelurahan Sangkrah, Semanggi, Gandekan, Sudiroprajan, Mojosongo, Kestalan, Jebres, Karangasem, Pajang dan 2 lokasi di Kelurahan Jajar. Masing-masing lokasi mendapat alokasi 560 tabung.



Menurut Andar, Pertamina sebenarnya telah menambah pasokan elpiji di Solo awal Agustus lalu. "Kami sudah memberikan penambahan fakultatif sebanyak 47 ribu tabung," katanya. Selama ini, rata-rata konsumsi elpiji melon di Solo sebesar 714.520 tabung per bulan.

Dia berharap, operasi pasar ini bisa memberikan jaminan ketersediaan elpiji di masyarakat. "Sehingga masyarakat tidak perlu panic buying," katanya. Pertamina juga meminta agar pemerintah daerah ikut mengawasi distribusi elpiji bersubsidi itu agar tepat sasaran.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagyo mengatakan kelangkaan tabung gas melon di kota Solo sebenarnya belum terlalu parah. "Tapi memang harus segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi gejolak di masyarakat," katanya.

Dia menduga kelangkaan itu disebabkan banyak distribusi tabung yang merembes ke luar daerah. "Terutama ke daerah-daerah pertanian," katanya. Sebab, di musim kemarau banyak petani yang memanfaatkan gas elpiji untuk sumber tenaga pompa air menggantikan mesin disel.

"Selain itu, saat ini adalah musimnya masyarakat menggelar hajatan perkawinan," kata Subagyo. Dia yakin tradisi itu membuat konsumsi elpiji 3 kilogram juga ikut melonjak dibanding bulan-bulan yang lain.

AHMAD RAFIQ



Komentar

Topik

Baca Juga